Politik

Kowani Apresiasi Penegasan Menteri Hukum Soal SK Kepengurusan

Jakarta, Maret.id — Kongres Wanita Indonesia (Kowani) memberikan apresiasi kepada Menteri Hukum dan HAM Supratman Andi Agtas atas pernyataannya terkait kepengurusan organisasi tersebut.

Dalam pernyataan yang disampaikan melalui video, Menteri Hukum menyatakan, “Sampai hari ini, SK pihak yang diakui masih seperti yang lalu…” kata Supratman.

Kowani menilai pernyataan ini memberikan penguatan moral bagi organisasi untuk menjaga persatuan dan marwahnya serta menjalankan amanat Kongres XXVI Kowani.

Ketua Umum Kowani masa bakti 2024-2029, Nannie Hadi Tjahjanto, menegaskan bahwa pernyataan Menteri Hukum menjadi dorongan bagi keluarga besar Kowani untuk melanjutkan pengabdian kepada perempuan, keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara.

“Pernyataan Bapak memberikan penguatan moral dan meneguhkan semangat kami untuk terus bersatu, bergerak, mengabdi, serta menjaga Kowani sebagai rumah besar organisasi perempuan Indonesia,” tuturnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, tanggal 26 September 2026.

Kowani menyatakan bahwa pernyataan Menteri Hukum dalam konteks pencatatan administrasi kepengurusan tidak dapat dianggap sebagai pengumuman penerbitan surat keputusan baru.

Dokumen yang menjadi acuan termasuk Keputusan Kongres XXVI Kowani pada 4-5 Desember 2024, yang menetapkan Nannie Hadi Tjahjanto sebagai Ketua Umum Kowani masa bakti 2024-2029.

Selain itu, terdapat Akta Nomor 12 tanggal 31 Januari 2025, Surat Keputusan Menteri Hukum Nomor AHU-0000150.AH.01.08.TAHUN 2025 tanggal 1 Februari 2025 tentang Persetujuan Perubahan Perkumpulan Kowani, serta Surat Kementerian Hukum Nomor M.HH-UM.01.01-87 tanggal 16 April 2026 mengenai pencatatan kepengurusan Kowani.

Kowani mengimbau semua pihak agar menyikapi informasi terkait organisasi berdasarkan dokumen, kewenangan, prosedur, serta ketentuan AD/ART yang berlaku.

Menjelang usia satu abad pada tahun 2028, Kowani terus mempersiapkan kaderisasi dan estafet kepemimpinan perempuan untuk memasuki Abad Kedua Perjuangan Perempuan Indonesia.

Organisasi ini juga menginisiasi beberapa program, di antaranya Gerakan Nasional 1.000 Profesi, 1.000 Sertifikasi, dan 1.000 Solusi untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Kowani juga menyatakan dukungan terhadap pencapaian Asta Cita dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), serta penerapan prinsip-prinsip CEDAW dan program Kowani Goes to UNESCO-Memory of the World untuk menjaga sejarah perjuangan perempuan Indonesia.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button