Alumni Gontor Tegaskan Tidak Ada Nasihat untuk Prabowo

Jakarta, Maret.id — Narasi yang menyatakan bahwa Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) menegur Presiden Prabowo Subianto melalui pembacaan Surat Al-Ahzab ayat 70-73 telah dibantah keras.
Ketua Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor Kabupaten Bekasi, Aboy Maulana, menilai narasi tersebut merupakan framing politis yang tidak sesuai dengan suasana Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Gontor di Ponorogo, Jawa Timur.
Aboy, yang merupakan alumnus Gontor tahun 2000 dan wali santri, hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Ia mengklaim bahwa narasi yang tersebar di media sosial telah membawa acara Gontor ke tafsir politik yang salah.
“Narasi yang ditulis akun Facebook Fajar Fairus Khan merupakan upaya adu domba, manipulasi informasi, penyesatan opini dan framing politis yang menjadi polusi di media sosial,” tegas Aboy.
“Kami yang hadir langsung di lokasi kegiatan selama tiga hari sangat kecewa dengan postingan orang-orang yang tidak hadir di lokasi,” sambungnya.
Dalam pandangannya, suasana acara justru menunjukkan sambutan hangat keluarga besar Gontor terhadap Prabowo. Ia mengingatkan bahwa adab kepada tamu adalah bagian penting dalam tradisi pesantren.
“Pimpinan dan keluarga besar Pondok Modern Darussalam Gontor justru menyambut kehadiran Kepala Negara dengan penuh rasa hormat, kehangatan, serta memegang teguh adab dan etika pesantren,” ujarnya.
Presiden Prabowo hadir dalam resepsi tersebut setelah meresmikan Fakultas Kedokteran Universitas Darussalam (Unida) Gontor. Kedatangannya disambut ribuan santri yang mengibarkan bendera Merah Putih dan pentas marching band.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga meresmikan renovasi Aula Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) dan Fakultas Kedokteran Unida Gontor dengan menandatangani prasasti.
Aboy juga merujuk pada pernyataan Pimpinan Gontor, KH Hasan Abdullah Sahal, dalam acara tersebut. “Bahkan Presiden Prabowo Subianto meresmikan Balai Pertemuan Pondok Modern Gontor dan Fakultas Kedokteran Universitas Darussalam Gontor, dan Pimpinan Gontor KH Hasan Abdullah Sahal juga mengatakan bahwa yang disampaikan oleh Presiden Prabowo sesuai dengan Gontor,” katanya.
Hubungan positif terlihat ketika Mushaf Al Quran Gontor diserahkan kepada Prabowo, sementara KH Hasan Abdullah Sahal memberikan buku Gontor untuk Indonesia.
Dengan demikian, Aboy menolak tafsir yang mengaitkan pembacaan Surat Al-Ahzab ayat 70-73 sebagai bentuk teguran atau “tamparan” kepada Presiden.
“Pembacaan surah Al-Ahzab ayat 70-73 yang dilantunkan dalam acara tersebut merupakan protokol resmi dalam setiap hajatan besar pesantren, sebagai pengingat serta doa kebaikan untuk seluruh bangsa. Pondok Modern Gontor adalah lembaga pendidikan yang senantiasa berdiri di atas semua golongan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa perbedaan pandangan politik tidak seharusnya menyeret ayat suci, para kiai, atau lembaga pendidikan dalam pertentangan.
“Jangan gunakan apa pun untuk melakukan fitnah yang keji, apalagi menggunakan ayat suci. Jangan pernah mengangkat kiai kami di Gontor dengan cara merendahkan Kiai-Kiai lainnya. Kami menghormati seluruh Kiai dan pemuka agama dari agama apa pun,” pungkasnya.





