Politik

MUI Bantah Isu Gontor Tegur Prabowo Lewat Surat Al

Jakarta, Maret.id — Narasi yang berkembang mengenai pembacaan ayat Al-Qur’an pada acara peringatan 100 tahun Pondok Modern Gontor dinilai sebagai framing spekulatif. Hal ini disampaikan oleh Niam, yang menegaskan bahwa interpretasi tersebut tidak sesuai dengan konteks dan fakta acara.

“Informasi tersebut jelas framing yang spekulatif, dan dari sisi qarinah, tidak sesuai dengan fakta di dalam event 100 tahun Gontor tersebut,” kata Niam dalam keterangannya.

Publikasi resmi Gontor mencatat pembacaan Surat Al-Ahzab ayat 70–73 berlangsung setelah lagu Indonesia Raya, dan tidak menyebut pembacaan tersebut sebagai teguran kepada Presiden Prabowo Subianto.

Niam juga menyoroti hubungan positif antara pimpinan pesantren dan Presiden. Kehadiran Prabowo dalam acara tersebut, menurutnya, telah dipersiapkan dan dinantikan dengan baik.

“Dalam sambutan pengasuh pesantren, justru kehadiran Presiden sangat dinantikan, dan direncanakan cukup lama,” ujarnya.

Catatan resmi mencatat Prabowo tiba sekitar pukul 10.20 WIB dan disambut dengan meriah oleh ribuan santri. Acara puncak juga diwarnai dengan penyerahan Mushaf Al-Qur’an Gontor kepada Presiden.

Niam meluruskan tafsir terhadap ayat yang dianggap berkaitan dengan Prabowo, menjelaskan bahwa substansi ayat tersebut bersifat umum mengenai amanah dan kepemimpinan.

“Dari sisi substansi, ayat yang dibaca, yakni QS al-Ahzab ayat 70-73 tersebut justru sebagai pesan moral amanah kepemimpinan,” ujar Niam.

Pesan moral tersebut, lanjutnya, tidak ditujukan eksklusif kepada satu individu. Amanah berlaku untuk semua pihak yang memegang tanggung jawab, baik di lingkungan keagamaan maupun pemerintahan.

“Yang perlu diingat dan dipedomani, bagi siapapun, termasuk bagi pemimpin keagamaan dan pemimpin pemerintahan,” sambungnya.

Niam menjelaskan lebih lanjut bahwa ayat ini menjadi panduan moral bagi umat Islam dalam menata kehidupan sosial. “Ayat ini merupakan petunjuk umum dan panduan moral bagi umat Islam pasca-peristiwa perjuangan di Madinah untuk memperbaiki tatanan sosial,” imbuhnya.

Dalam forum yang sama, Prabowo juga menegaskan dukungannya terhadap kemerdekaan Palestina. Niam menilai sikap tersebut sejalan dengan aspirasi masyarakat Indonesia, termasuk kalangan ulama.

“Dalam forum tersebut, Presiden juga menegaskan komitmen dukungan kemerdekaan Palestina,” katanya.

Prabowo pun meneriakkan “Free Palestine” saat menyapa Duta Besar Palestina untuk Indonesia, yang disambut meriah oleh hadirin.

Niam meminta agar masyarakat lebih hati-hati menerima dan menyebarkan informasi di ruang digital. Perbedaan pendapat seharusnya tidak berkembang menjadi narasi tanpa dasar.

“Masyarakat hendaknya bijak dalam memanfaatkan dan merespon informasi di media digital. Kita harus memastikan konten digital itu bermanfaat,” tegasnya.

Dia mengajak agar ruang publik diisi dengan narasi yang memperkuat persatuan. “Saatnya narasi yang dibangun harus bermuara pada komitmen kebersamaan dan persatuan,” tutup Niam.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button