Politik

PDIP Dukung Pergantian Listyo Sigit di Polri untuk Penyegaran

Jakarta, Maret.id — Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyatakan dukungannya terhadap keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk mengganti Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri, dan mengusulkan Komjen Suyudi Ario Seto sebagai penggantinya.

Politikus PDIP, Mohamad Guntur Romli, mengemukakan bahwa perubahan di jajaran pimpinan Polri merupakan hak prerogatif Presiden. “Pergantian ini juga merupakan mekanisme regenerasi dalam institusi kepolisian,” kata Guntur.

Lebih lanjut, Guntur menjelaskan bahwa proses pergantian Kapolri telah mengikuti ketentuan yang ada dalam perundang-undangan. Dia menjelaskan, surat presiden mengenai pengusulan tersebut telah diterima oleh DPR dan Komisi III DPR sudah melaksanakan uji kelayakan terhadap calon Kapolri.

Bagi PDIP, menurutnya, perubahan pimpinan Polri tidak hanya sekadar pergantian sosok, melainkan juga diperlukan untuk meningkatkan daya koreksi institusi. “Setiap jabatan ada masanya. Tidak ada jabatan yang abadi,” tuturnya.

Guntur menambahkan bahwa kekuasaan yang terlalu lama berada di satu tangan dapat berisiko menimbulkan kejenuhan, dan mendorong institusi menjauh dari harapan masyarakat. Regenerasi kepemimpinan di Polri dianggapnya sebagai bagian dari agenda reformasi institusi yang sangat diharapkan masyarakat.

“Regenerasi kepemimpinan adalah bagian dari tradisi demokrasi yang sehat dan penting dalam agenda reformasi Polri,” imbuh Guntur.

Dia juga menegaskan pentingnya menghormati kewenangan Presiden Prabowo dalam menentukan pucuk pimpinan Polri. Keputusan tersebut, menurutnya, diambil untuk kepentingan bangsa dan negara, bukan untuk golongan tertentu.

Kepada Komjen Suyudi, Guntur berharap bahwa kepemimpinan baru Polri tidak hanya berhenti pada pergantian jabatan, tetapi juga benar-benar menyentuh aspek profesionalitas, netralitas, dan penegakan hukum. “Polri harus kembali pada jati dirinya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” kata Guntur.

Ia juga menekankan bahwa posisi Kapolri bukan semata jabatan tertinggi dalam institusi kepolisian. “Jabatan Kapolri adalah amanah yang menyertai tanggung jawab kepada rakyat,” pungkas Guntur.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button