Blumbang Gedhe Blitar Dijadikan Destinasi Wisata 2027 oleh DPD PDIP Jatim

Jakarta, Maret.id — Pemerintah Kabupaten Blitar berencana mengembangkan kawasan Blumbang Gedhe di Desa Soso, Kecamatan Gandusari sebagai destinasi wisata baru. Penataan kawasan ini akan dilakukan secara bertahap mulai awal 2027 dengan melibatkan masyarakat setempat.
Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Blitar Rijanto saat membuka Festival Gogoh Iwak bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Soso pada Minggu, 4 Oktober 2026. “Pengembangan Blumbang Gedhe tidak hanya diarahkan untuk memperkuat daya tarik wisata, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar,” tuturan Rijanto.
Dalam mendukung rencana tersebut, Pemkab Blitar telah melakukan perubahan anggaran Tahun 2026 dan membangun kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Sejumlah kebutuhan infrastruktur sedang dipersiapkan, seperti normalisasi air, pelebaran jalan, pembangunan jembatan, dermaga, dan penataan kawasan Blumbang Gedhe.
“Penataan Blumbang Gedhe akan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Kita ingin kawasan ini benar-benar memiliki manfaat bagi masyarakat sekaligus dapat menjadi destinasi wisata di Kabupaten Blitar,” kata Rijanto. Ia menambahkan bahwa pembangunan kawasan tersebut akan dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan serta kemampuan anggaran.
Bupati Rijanto juga meminta dukungan masyarakat Desa Soso dalam proses pengembangan Blumbang Gedhe. “Dukungan masyarakat sangat penting. Kami berharap kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan seluruh masyarakat dapat bersama-sama mendukung proses penataan ini agar dapat terselesaikan dengan baik,” imbuhnya.
Festival Gogoh Iwak merupakan bagian dari upaya Pokdarwis Desa Soso untuk mengangkat potensi lokal melalui kegiatan berbasis tradisi dan partisipasi masyarakat. Tradisi menangkap ikan bersama ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga mengandung nilai kebersamaan, gotong-royong, pelestarian budaya, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Rijanto mengapresiasi inisiatif Pokdarwis Desa Soso yang berhasil mengemas kegiatan masyarakat menjadi agenda dengan nilai sosial dan potensi wisata. “Festival Gogoh Iwak ini merupakan kegiatan positif karena mengandung nilai kebersamaan dan gotong-royong. Ini juga bisa dikembangkan menjadi kegiatan yang menarik sekaligus mengangkat potensi Desa Soso,” tegasnya.
Dari sisi lain, Anggota DPRD Jawa Timur Guntur Wahono menegaskan bahwa pengembangan Blumbang Gedhe harus melibatkan masyarakat sejak tahap perencanaan hingga pengelolaan. “Pembangunan infrastruktur harus berjalan beriringan dengan penguatan sumber daya manusia dan aktivitas ekonomi masyarakat,” ucap Guntur.
Ia menambahkan bahwa pengembangan potensi wisata harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Karena itu, pembangunan infrastruktur perlu dibarengi dengan keterlibatan masyarakat agar kawasan ini tidak hanya menjadi tempat kunjungan, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi warga,” tegas Guntur.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar ini juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, pemerintah desa, dan masyarakat. “Kolaborasi ini menjadi faktor penting agar pengembangan Blumbang Gedhe berjalan berkelanjutan,” imbuhnya.
Guntur juga memberikan apresiasi kepada Pokdarwis Desa Soso yang berperan dalam menghidupkan potensi lokal melalui Festival Gogoh Iwak. “Kegiatan seperti ini perlu terus dikembangkan. Tradisi masyarakat tetap dijaga, tetapi pada saat yang sama bisa dikemas menjadi daya tarik wisata yang memiliki nilai ekonomi dan edukasi,” pungkasnya.
Festival tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Blitar, kepala perangkat daerah terkait, Forkopimcam Gandusari, tokoh masyarakat, serta sejumlah pihak lainnya. Pengembangan Blumbang Gedhe diharapkan tidak hanya melahirkan kawasan wisata baru, tetapi juga memperkuat identitas Desa Soso sebagai desa yang mampu mengelola potensi lokal secara mandiri dan berkelanjutan.





