Fatmawati Trophy 2026, Jatim Tampilkan Kearifan Lokal Nasional

Jakarta, Maret.id — Jawa Timur telah mempersiapkan Banyuwangi, Kota Batu, dan Trenggalek untuk berpartisipasi dalam Fatmawati Trophy 2026. Kegiatan ini tidak hanya menjunjung desain, tetapi juga bercerita tentang kekayaan budaya dan kearifan lokal.
Ketiga daerah tersebut telah terpilih untuk mewakili DPD PDI Perjuangan Jawa Timur dalam kompetisi tingkat nasional. Setiap daerah diharapkan dapat mempertahankan kekuatan karya masing-masing saat tampil di panggung nasional.
Wara Sundari Renny Pramana, Bendahara DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, menyatakan bahwa proses penyempurnaan karya tidak hanya berkaitan dengan desain. Narasi dan cerita di balik setiap karya juga merupakan aspek penting yang harus tersampaikan dengan baik.
“Kita berkumpul untuk melihat kembali karya-karya yang akan dibawa ke tingkat pusat. Harapannya, ketika tampil di tingkat nasional nanti, Jawa Timur benar-benar bisa memberikan yang terbaik,” tutur Renny pada Senin (5/10/2026).
Renny menjelaskan bahwa ketiga finalis membawa karakter dan kekuatan yang berbeda. Banyuwangi dikenal dengan detail identitas budayanya, Kota Batu mengangkat nilai-nilai lokal melalui batik, sedangkan Trenggalek menonjolkan kekayaan budaya dan cerita dari daerah tersebut.
“Banyuwangi detailnya sangat kuat. Kota Batu juga luar biasa dengan batiknya. Trenggalek punya karakter sendiri,” imbuhnya. Selain itu, dia menegaskan pentingnya kearifan lokal untuk menjadi bagian integral dari setiap karya, bukan sekadar ornamen tambahan.
Penyempurnaan karya ditujukan untuk memastikan ciri khas daerah tetap utuh meskipun ditransformasikan ke dalam fesyen modern. “Jangan sampai ketika masuk tingkat nasional, ciri khas daerah justru hilang,” tegasnya.
Dia menambahkan bahwa kehadiran Fatmawati Trophy menjadi peluang untuk mempertemukan kreativitas dan kekayaan budaya daerah. Nilai perjuangan Fatmawati Soekarno diterjemahkan ke dalam karya fesyen, dengan peserta dari berbagai daerah membawa identitas lokal masing-masing.
“Bagi Jawa Timur, keberagaman ini merupakan modal untuk menunjukkan bahwa budaya daerah bisa terus berkembang dan reinvensi tanpa kehilangan akar,” pungkasnya.





