Sri Untari Dukung Penghapusan Kenaikan Kelas Otomatis, Siswa Harus Terukur

Jakarta, Maret.id — Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno, menyambut baik rencana penghapusan sistem kenaikan kelas otomatis yang tengah dikaji oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Menurutnya, keputusan ini penting agar kenaikan kelas didasarkan pada penguasaan kompetensi siswa.
Sri Untari menilai bahwa sistem kenaikan kelas otomatis dapat menurunkan motivasi belajar siswa. “Kalau semua harus naik kelas, semua harus lulus, ya baik-baik saja begitu itu. Tapi pada akhirnya kualitas dari SDM yang dihasilkan itu tidak ada ukurannya,” tutur Untari.
Penasihat Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim tersebut menggarisbawahi bahwa dunia kerja menerapkan syarat tertentu dalam proses penerimaan tenaga kerja. “Contoh, masuk sebuah lembaga swasta kan ada ketentuan misalnya IP minimal 3, kalau lulusan SMA ada rata-rata nilai,” sambungnya.
Rencana penghapusan ini terkait dengan rekomendasi Dewan Pendidikan yang muncul dalam Konvensi Pendidikan Indonesia XII di Universitas Pendidikan Ganesha. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, sebelumnya juga menyoroti fenomena ‘Rajin Malas Sama Saja’, yaitu siswa yang kurang berusaha tetap naik kelas secara otomatis.
Untari beranggapan bahwa penetapan target akademik yang jelas dapat mendorong siswa untuk lebih serius dalam belajar. “Nah, kalau diberi target seperti ‘kamu harus lulus ya’, maka akan ada upaya untuk belajar dan menguasai keilmuan di jenjang yang mereka miliki,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa penerapan standar akademik perlu mempertimbangkan karakteristik, kebutuhan, serta potensi masing-masing siswa. “Kebijakan pendidikan tidak bisa diterapkan secara seragam tanpa memperhatikan jalur pengembangan minat dan bakat,” imbuh Untari.
Ia menyebutkan bahwa siswa yang terlibat dalam bidang tertentu, seperti olahraga, perlu diberi ruang untuk mengembangkan kemampuannya tanpa terbebani oleh tuntutan akademik yang tidak relevan. “Beban akademiknya jangan dikasih banyak-banyak karena fokus mereka pada keberhasilan olahraga fisik,” ujarnya.
Dengan demikian, Untari berharap evaluasi sistem kenaikan kelas dapat diarahkan pada penguatan kualitas pendidikan melalui standar kompetensi yang jelas, serta tetap memberikan ruang untuk pengembangan potensi dan kebutuhan spesifik peserta didik.





