PDI Perjuangan Jatim Sukses Latih AI untuk Gen Z Pratama

Jakarta, Maret.id — DPD PDI Perjuangan Jawa Timur sukses menyelenggarakan pelatihan kaderisasi tingkat Pra-Pratama berbasis teknologi Artificial Intelligence (AI) bagi Gen Z se-Jawa Timur.
Pelatihan ini berlangsung selama dua hari di Palm Hotel Surabaya dan diikuti oleh kader-kader muda yang siap menjalani skema penugasan terstruktur.
Bambang Yuwono, Wakabid Ideologi dan Kaderisasi DPD PDI Perjuangan Jatim, menekankan pentingnya pengarahan struktur di daerah bagi kader muda yang telah dibekali ideologi.
“Kita koneksikan teman-teman peserta ini dengan pengurus-pengurus Partai di wilayah masing-masing DPC. Berilah tugas, berdayakan dia supaya dia juga bersemangat bergabung dengan PDI Perjuangan,” tegas Bambang.
Ia menjelaskan bahwa mekanisme pasca pelatihan akan berfokus pada pemantauan dan evaluasi yang berkelanjutan di seluruh wilayah Jawa Timur.
Koordinasi teknis juga akan segera dilakukan dengan jajaran DPC, termasuk Kabupaten Sumenep, Banyuwangi, dan Blitar, untuk memberikan ruang pergerakan politik bagi para alumni.
Melihat keberhasilan pelaksanaan di tingkat Pra-Pratama, PDI Perjuangan Jatim berencana untuk mengevaluasi efektivitas metode ini untuk diterapkan pada jenjang kaderisasi berikutnya.
“Setelah ini kita akan masuk ke level tingkat Pratama. Pada tingkat Pratama masih bisa kita adopsi dengan pendalaman diskusi kasus dan tugas lapangan,” sambungnya.
Mengenai penggunaan metode pelatihan digital, Bambang mengungkapkan bahwa penggodokan materi berbasis AI memerlukan waktu persiapan sekitar empat bulan.
“Materinya akan jadi standar. Kita berharap para peserta itu seperti melihat film dalam situasi yang nyaman, tapi secara pelan-pelan nilai-nilai nasionalisme, kebangsaan, tentang siapa itu Bung Karno, dan PDI Perjuangan bisa masuk ke pikiran dan hati mereka,” papar Bambang.
Yordan M. Batara, Wakil Sekretaris Bidang Program DPD PDI Perjuangan Jatim, menambahkan bahwa semua alumni diwajibkan menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL).
“Kita minta mereka melakukan rencana tindak lanjut di kabupaten/kota masing-masing, terutama juga dengan pengurus Partai,” ujar Yordan.
Materi pembekalan pra-Pratama mencakup fondasi ideologi kebangsaan serta pengetahuan praktis keorganisasian, di mana Pancasila menjadi salah satu fokus utama.
“Materi yang kita detailkan mencakup Pancasila yang diajarkan pada 1 Juni 1945, penerapannya dalam bidang sosial dan ekonomi,” jelas Yordan.
Ia juga mengajak generasi muda untuk aktif terlibat dalam pendidikan politik yang berkelanjutan.
“Kita mengajak para Gen Z di Jawa Timur ini ayo bergabung dengan PDI Perjuangan. Kita tidak hanya belajar tentang PDI Perjuangan, tetapi juga tentang Pancasila dan Bung Karno sebagai dasar untuk kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Kader muda asal Lamongan, Elsye Glory, mengaku antusias setelah mengikuti pelatihan ini.
“Ini sangat luar biasa, ilmunya juga tidak akan bisa didapatkan di tempat yang lain. Saya harap nanti ada kelanjutannya,” tutur Elsye.
Perwakilan DPC Lamongan ini semakin memantapkan diri untuk berkontribusi dalam PDI Perjuangan dan berencana untuk terjun langsung ke masyarakat.
“Aku pengennya nanti turun langsung ke masyarakat. Saya sudah merasakan banyak masyarakat yang kesulitan, terutama terkait BPJS kesehatan,” pungkas Elsye.





