Politik

Gen-Z Temukan Passion di PDI Perjuangan Jatim Setelah Lulus Sekolah Pra

Jakarta, Maret.id — Pelatihan Sekolah Partai DPD PDI Perjuangan Jawa Timur yang berlangsung di Hotel Palm Surabaya pada 17–18 Oktober 2026 menjadi momen penting bagi kader muda dalam mempertegas kontribusi sosial mereka.

Selama dua hari pembekalan politik, para kader Gen Z dan milenial tampak semakin yakin akan peran mereka di PDI Perjuangan.

Elsye Glory, 21 tahun, yang mengikuti Sekolah Partai untuk pertama kalinya, menyatakan, “Setelah mengikuti Sekolah Partai, saya mendapatkan kejelasan arah pergerakan,” tutur Elsye, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis jurusan Akuntansi.

Elsye mengapresiasi pengenalan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran positif di partai. “Gen Z yang menentukan masa depan Indonesia Emas 2045 harus belajar berideologi dan berpolitik secara nyata, bukan sekadar melontarkan kritik,” imbuhnya.

Pengalaman di Sekolah Partai semakin memperkuat komitmennya untuk memperjuangkan anggaran pendidikan nasional, terutama Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW).

“Saya prihatin dengan penurunan kuota yang membatasi ruang apresiasi karya mahasiswa berprestasi,” tegas Elsye. Ia juga menyoroti akses kesehatan yang semakin sulit. “Kalau akses kesehatan seperti BPJS saja dipersulit, apalagi pendidikan,” sambungnya.

Kader muda lainnya, Anugrah Dwi Rachman, 28 tahun, berbagi pengalaman saat mencari wadah perjuangannya. Anugrah yang bekerja di Puskesmas itu awalnya hanya mengikuti informasi dari akun Instagram resmi DPD PDI Perjuangan Jawa Timur.

“Saya merasa terpanggil seperti satu dari sepuluh pemuda yang diharapkan Bung Karno,” kata Anugrah. Sekolah Partai memberinya keyakinan untuk fokus pada penurunan angka kemiskinan.

Ia mengkritisi metode penetapan keluarga miskin yang sering kali tidak akurat, “Indikator di lapangan sering kali keliru karena hanya mengacu pada pengeluaran, bukan pendapatan riil,” terangnya.

Baik Elsye maupun Anugrah menunjukkan optimisme untuk memanfaatkan jaringan organisasi dan kanal digital, “Pengeluaran meningkat akibat tingginya harga kebutuhan pokok yang tidak seimbang dengan pendapatan,” imbuh Anugrah.

Mereka sepakat bahwa persoalan ketimpangan ini perlu ditangani bersama melalui aksi nyata di masyarakat.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button