Politik

Karhutla Meluas di Gunung Jatim, Sri Untari Minta Penanganan Terpadu

Jakarta, Maret.id — Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno, mendorong penguatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa kawasan pegunungan di Jawa Timur. Ia menekankan pentingnya koordinasi lintas instansi dan dukungan anggaran yang memadai untuk menghadapi situasi darurat ini.

Desakan tersebut muncul setelah terjadinya kebakaran di berbagai kawasan gunung, termasuk Ringgit di Gunung Arjuno, Gunung Raung, dan Gunung Argopuro, serta kejadian serupa di Gunung Bromo.

Sri Untari mengungkapkan bahwa kekeringan berkepanjangan di tengah kondisi iklim ekstrem telah meningkatkan risiko kebakaran. “Kondisi cuaca dan iklim di Jawa Timur betul-betul berada pada situasi perubahan iklim yang sangat ekstrem akibat dampak El Nino,” tutur Sri Untari.

Ia juga meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur untuk berkoordinasi dengan BPBD kabupaten/kota, TNI Angkatan Udara, dan relawan pemadam kebakaran hutan. Upaya ini diperlukan untuk memperkuat penanganan di lapangan agar penyebaran api dapat segera dibatasi.

Dari sisi pembiayaan, Sri Untari menegaskan bahwa anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) telah ditingkatkan dalam pembahasan Perubahan APBD (P-APBD). “Kami sudah siapkan dana BTT yang mencukupi,” imbuhnya, menekankan bahwa anggaran tersebut penting untuk kebutuhan penanganan keadaan darurat.

Selain mendorong penanganan darurat, ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. “Jangan sembarangan membuang puntung rokok di area hutan,” tegas Sri Untari, menyinggung betapa mudahnya titik api muncul dalam kondisi kering.

Sri Untari mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian hutan dan berpartisipasi dalam upaya pencegahan. Ia mendorong keterlibatan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur, Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah dalam gerakan doa bersama dan salat tobat.

Dia mengingatkan bahwa upaya spiritual ini harus dipadukan dengan tindakan nyata dalam pemadaman, pencegahan kebakaran, dan pemulihan lingkungan. “Kekeringan panjang dan kebakaran ini berimbas langsung pada kesulitan ekonomi, kesehatan, dan cuaca masyarakat,” ucapnya.

Sri Untari menekankan bahwa perlindungan hutan dan sumber mata air harus menjadi perhatian jangka panjang. “Mari bersama-sama menjaga paru-paru bumi dengan merawat hutan,” pungkasnya.

Ia menggarisbawahi bahwa penanganan karhutla memerlukan respons darurat yang terkoordinasi serta upaya menjaga ekosistem. Perlindungan hutan dan sumber air, lanjutnya, juga harus menjadi bagian dari kebijakan berkelanjutan untuk mengurangi dampak bencana di Jawa Timur.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button