Politik

Banyuwangi Selenggarakan Rembug Santri untuk Aspirasi Pesantren

Jakarta, Maret.id — Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berkomitmen untuk melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam setiap pengambilan kebijakan pembangunan.

Baru-baru ini, Pemkab Banyuwangi menggelar forum musyawarah berjudul “Rembuk Santri” di aula Pelinggihan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, untuk menampung aspirasi dari kalangan santri.

Forum tersebut menjadi sarana bagi para santri untuk menyampaikan gagasan serta harapan mereka secara langsung kepada pemerintah daerah.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, berharap forum ini dapat menjembatani aspirasi santri dan pemangku kepentingan lainnya.

“Kami melihat bahwa selama ini belum banyak santri yang mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan potensi secara luas,” kata Ipuk.

Ia menambahkan, “Melalui forum ini, kami memberikan ruang bagi para santri untuk speak-up dan mengungkapkan uneg-uneg mereka.”

Sebanyak 50 santri dari 15 pondok pesantren turut berpartisipasi dalam forum ini. Mereka berdiskusi mengenai isu sosial, seperti fenomena sound horeg, bahaya narkoba, serta bullying dalam pesantren.

Elsya Putri Natalia Saputro, salah satu santri, mengusulkan pendampingan softskill berbasis digital untuk meningkatkan kompetensi santri di era digital.

“Santri kerap dinilai ketinggalan zaman dan gagap teknologi. Kami berharap pemkab memberikan pendampingan dan pelatihan softskill berbasis digital,” tuturnya.

Usulan lain disampaikan oleh M. Ibrahim Al Hafidi yang menyoroti fenomena sound horeg.

“Harus ada ketentuan hukum dan aturan yang jelas, agar fenomena ini tidak mengganggu, melainkan menjadi hiburan yang mendidik serta memberikan dampak ekonomi bagi warga,” ujarnya.

Para santri juga mengharapkan adanya langkah pencegahan terkait tindak kekerasan dan bullying dalam pondok pesantren.

“Peran kyai harus bisa menggantikan sosok ayah di rumah, sehingga santri merasa aman meski jauh dari orang tua,” terangnya.

Ipuk menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam setiap kebijakan.

“Program pembangunan yang digulirkan harus mampu menjawab kebutuhan warga,” tegas Ipuk.

Selain forum rembug santri, Pemkab juga rutin mendengarkan aspirasi warga melalui forum Rembuk Lansia, Rembuk Anak, Rembuk Disabilitas, dan Rembuk Perempuan.

“Semua rekomendasi yang muncul dari forum ini akan menjadi atensi dan pertimbangan kami dalam pengambilan kebijakan daerah,” imbuh Ipuk.

Forum Rembuk Santri juga menghadirkan narasumber seperti Dr. Endi Fadlullah dari Ponpes Bustanul Makmur dan Ustadz Ghifari Miqdad Al-ghifari dari Ponpes Daar Al Ihsan Mabadiul Ihsan Karangdoro.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button