Politik

Bupati Fauzi Imbau Warga Hindari Pembakaran Lahan Musim Kemarau

Jakarta, Maret.id — Pemerintah Kabupaten Sumenep mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau. Kondisi lahan yang kering dan cuaca panas dapat menyebabkan api dengan cepat menyebar jika terjadi pembakaran yang tidak diawasi.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengimbau agar masyarakat tidak sembarangan membakar lahan, tegal, ranting, maupun tumpukan daun kering. Aktivitas tersebut berisiko memicu kebakaran yang meluas hingga kawasan permukiman.

Fauzi menjelaskan, membakar sisa tanaman yang dianggap remeh dapat berdampak serius, terutama dalam situasi angin kencang dan vegetasi kering. “Kami meminta masyarakat lebih berhati-hati dan menghindari pembakaran terbuka yang berpotensi memicu kebakaran serta membahayakan lingkungan dan keselamatan warga,” ujar Fauzi di Sumenep.

Upaya pencegahan kebakaran, menurutnya, memerlukan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat. Kewaspadaan perlu ditingkatkan di lahan pertanian, pekarangan rumah, dan area yang banyak ditumbuhi tanaman kering.

Sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep, Fauzi juga menyarankan metode pengelolaan sampah organik yang lebih aman. Ia menganjurkan agar masyarakat mengolah daun kering dan sisa tanaman menjadi kompos daripada membakarnya di ruang terbuka.

Selain menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran, masyarakat diingatkan untuk memastikan tidak ada bara api yang dibiarkan menyala tanpa pengawasan. “Apabila menemukan indikasi kebakaran, warga diharapkan segera melaporkannya kepada petugas melalui layanan darurat Call Center 112 agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin,” tegasnya.

Fauzi menekankan, meskipun musim kemarau tidak bisa dihindari, risiko kebakaran dapat dikurangi melalui kesiapsiagaan dan kepedulian terhadap lingkungan. Ia berharap masyarakat berperan aktif dalam mencegah kebakaran dengan tidak melakukan kegiatan yang berpotensi menimbulkan api, sehingga keamanan lingkungan dan permukiman tetap terjaga.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button