Politik

Manuver Gen Z Gresik: Sinyal Lawan Pragmatisme Politik

Jakarta, Maret.id — Keterlibatan generasi muda dalam kepengurusan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) diharapkan dapat menekan pragmatisme politik yang berkembang di masyarakat. Harapan ini disampaikan oleh Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono, dalam pidatonya pada acara pelantikan Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan se-Kabupaten Gresik yang berlangsung di Gedung Nasional Indonesia (GNI), pada Sabtu (23/5/2026).

Peran Penting Generasi Muda

Deni menekankan bahwa kehadiran anak muda di organisasi partai tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan regenerasi, tetapi juga untuk membangun kesadaran politik masyarakat yang lebih rasional dan berorientasi pada masa depan. Ia menyatakan pentingnya anak muda agar dapat berkolaborasi dalam menciptakan pemahaman politik yang lebih baik.

“Kita harus menyadari tantangan ke depan semakin besar. Pemilu 2029 dipastikan akan memiliki kondisi yang lebih sulit dibandingkan dengan pemilu 2024,” ujarnya. Deni yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Jawa Timur tersebut menambahkan bahwa partai perlu melakukan kerja-kerja politik yang lebih aktif dan melakukan pendidikan politik kepada masyarakat.

Gen Z Sebagai Penggerak

Lebih lanjut, Deni menyatakan bahwa komposisi pemilih di Pemilu mendatang akan lebih didominasi oleh generasi muda, terutama Gen Z. Oleh karena itu, PDI Perjuangan harus mampu menyiapkan kader-kader muda yang dapat melakukan komunikasi efektif dengan kelompok pemilih tersebut. “Jika kita tidak bersiap melakukan regenerasi, kita akan mengalami kesulitan untuk bersentuhan dengan kelompok Gen Z,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret, DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menerapkan aturan bahwa minimal 20 persen pengurus PAC harus berasal dari kelompok usia di bawah 35 tahun. Dalam struktur inti kepengurusan, minimal satu dari unsur ketua, sekretaris, atau bendahara harus berasal dari kalangan muda, sehingga diharapkan anak muda dapat diberi tanggung jawab yang signifikan dalam organisasi.

Harapan Untuk Perubahan Politik

Deni menambahkan bahwa kader muda tidak hanya akan menjalankan fungsi organisasi partai, tetapi juga menjadi ujung tombak dalam edukasi politik di tengah masyarakat. “Anak muda harus direkrut untuk diberi tanggung jawab, karena mereka adalah harapan kita untuk mendorong perubahan perilaku politik masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap kehadiran generasi muda di partai dapat membangkitkan kesadaran politik masyarakat Kabupaten Gresik agar tidak pragmatis saat menentukan pilihan di pemilu. “2045 adalah masa Indonesia Emas, oleh karena itu mulai sekarang kita perlu mempersiapkan politik yang benar agar ada perubahan dalam perilaku memilih,” pungkasnya.

Dengan langkah-langkah strategis ini, PDI Perjuangan berkomitmen untuk menghadapi tantangan politik yang akan datang dan mendorong generasi muda untuk berperan aktif dalam memberikan kontribusi bagi bangsa.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button