Kasus Jemaah Hilang di Makkah Desak Pengawasan Ketat Lansia!

Jakarta, Maret.id — Menjelang fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) dalam pelaksanaan ibadah haji, kondisi fisik jemaah semakin menjadi perhatian. Cuaca panas ekstrem dan tingginya aktivitas ibadah menyebabkan banyak jemaah mulai mengalami penurunan stamina.
Anggota Komisi VIII DPR RI, Hidayat Nur Wahid, dalam keterangan resminya menyatakan bahwa kenaikan jumlah jemaah di Makkah menjelang Armuzna meningkatkan kebutuhan untuk beristirahat. “Jemaah yang berkumpul di Makkah mungkin sudah merasa lelah,” ungkapnya pada Minggu, 24 Mei 2026.
Pentingnya Istirahat dan Kesehatan Jemaah
Politisi dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menegaskan bahwa keputusan petugas haji untuk mendorong jemaah agar lebih banyak beristirahat di penginapan merupakan langkah yang tepat. Hal ini penting untuk menjaga stamina jelang puncak ibadah haji yang memerlukan energi besar.
Khususnya bagi jemaah yang berusia lanjut, Hidayat mengingatkan agar tidak memaksakan diri untuk berjalan jauh menuju Masjidil Haram jika kondisi kesehatan mereka tidak memungkinkan. Menurutnya, kondisi cuaca yang panas dan padatnya jemaah dapat meningkatkan risiko kelelahan yang berpotensi menyebabkan disorientasi. “Jangan sampai memaksakan diri keluar dari pemondokan,” jelas Hidayat.
Mendalamkan Pemahaman Ibadah
Momentum menjelang Armuzna, menurut Hidayat, seharusnya dimanfaatkan untuk memperdalam pemahaman tentang ibadah haji, memperbanyak aktivitas ibadah, serta menjaga stabilitas psikologis jemaah. Ia menekankan untuk mempersiapkan diri secara maksimal, baik kesehatan fisik maupun mental. “Kesempatan ini harus dimaksimalkan bagi setiap jemaah,” tuturnya.
Kekhawatiran ini semakin diperkuat setelah terjadinya insiden jemaah asal Jakarta, Muhammad Firdaus Akhlan (72), yang dilaporkan hilang dari penginapan pada 15 Mei 2026 dan kemudian ditemukan meninggal di kawasan Jabal Kuday pada 22 Mei 2026.
Pentingnya Komunikasi dan Pengawasan
Hidayat menyatakan bahwa kejadian tersebut harus menjadi pelajaran penting bagi semua jemaah dan petugas haji. “Ini adalah ibrah tentang pentingnya menjaga kesehatan serta komunikasi yang baik,” kata Hidayat. Ia menekankan pentingnya menjalin komunikasi antara jemaah dengan keluarga, serta pengawasan yang lebih ketat, terutama terhadap jemaah lansia.
Ia berharap bahwa dengan kesadaran dan perhatian yang lebih tinggi terhadap kesehatan dan komunikasi, risiko yang dihadapi jemaah dapat diminimalisir, sehingga pelaksanaan ibadah haji dapat berjalan dengan lancar dan penuh berkah.





