Politik

WNl yang Disandera Israel Dipulangkan ke Indonesia Sore Ini!

Jakarta, Maret.id — Para Warga Negara Indonesia (WNI) yang merupakan aktivis Global Sumud Flotilla dan Freedom Flotilla Coalition dijadwalkan akan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 15.30 WIB setelah menjalani proses deportasi dari Turki. Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia memastikan bahwa Menteri Luar Negeri, Sugiono, akan menyambut kedatangan mereka secara langsung di bandara.

Kedatangan di Bandara Soekarno-Hatta

Menlu Sugiono, sesuai dengan informasi dari Kemlu, akan berada di bandara untuk secara langsung menyambut para aktivis yang telah dibebaskan. “Ada Pak Menlu. Betul, Menlu akan langsung menyambut para WNI di Bandara Soekarno-Hatta,” ungkap juru bicara Kementerian Luar Negeri pada hari Minggu.

Ketua Dewan Pengarah Global Peace Convoy Indonesia, Maimon Herawati, juga mengkonfirmasi jadwal kedatangan para aktivis tersebut, yang diyakini akan tiba tepat waktu. “15.30 WIB mendarat,” tuturnya.

Pengalaman Selama Penahanan

Sebelumnya, para aktivis tersebut dibebaskan dari Penjara Ktziot Israel pada Kamis, 21 Mei 2026, menjelang proses deportasi mereka. Selain kabar baik mengenai pembebasan, sejumlah kesaksian dari para aktivis menunjukkan bahwa mereka mengalami tekanan psikologis dan bahkan pelecehan seksual selama ditahan oleh pasukan Zionis Israel.

Kelompok hak asasi manusia yang berbasis di Israel, Adalah, menyatakan bahwa pembebasan para aktivis dilakukan setelah adanya konfirmasi resmi dari otoritas penjara Israel dan pejabat terkait. Situasi ini menambah sorotan pada perlakuan terhadap aktivis yang memperjuangkan hak asasi manusia.

Proses Pemindahan ke Luar Negeri

Setelah mendapatkan kebebasan, mayoritas aktivis tersebut dipindahkan ke Bandara Ramon untuk penerbangan menuju negara tujuan mereka. Proses deportasi ini menandai akhir dari ketegangan yang mereka alami selama masa penahanan yang berlangsung cukup lama.

Dengan terpenuhinya proses deportasi, perhatian kini teralihkan kepada kondisi mental dan fisik para aktivis yang baru kembali. Upaya pemulihan akan menjadi fokus utama untuk memastikan mereka dapat melanjutkan perjuangan mereka di tanah air dengan semangat baru.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button