Adopsi AI Berpotensi Merangsang Lapangan Kerja dan Pertumbuhan Ekonomi

Jakarta, Maret.id — Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menegaskan bahwa kecerdasan buatan (AI) harus menjadi alat untuk memajukan kapasitas manusia, meningkatkan produktivitas, dan membuka peluang lapangan kerja baru. Pernyataan itu disampaikan melalui unggahan di akun X pribadinya pada Kamis, 28 Mei 2026, ketika ia mengingatkan pentingnya pengawasan manusia atas perkembangan teknologi AI.
Pernyataan di Media Sosial
Sandiaga menulis bahwa teknologi AI membuka banyak peluang namun tidak boleh dibiarkan berjalan tanpa kontrol manusia yang memadai. Ia menekankan bahwa kemajuan teknologi harus diiringi dengan mekanisme pengendalian dan tanggung jawab yang jelas.
Tekanan pada Keputusan Manusia
Menurut Sandiaga, secanggih apa pun teknologi, keputusan akhir tetap harus berada di tangan manusia untuk memastikan nilai-nilai etika dan kepentingan publik terjaga. Pernyataan tersebut mengingatkan bahwa otomatisasi tidak boleh menghapus akuntabilitas dan kewenangan manusia dalam proses pengambilan kebijakan.
AI sebagai Alat Produktivitas
Menteri itu menegaskan bahwa AI seharusnya berfungsi sebagai alat bantu yang meningkatkan produktivitas dan menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Ia menilai pemanfaatan yang bijak dapat mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif melalui inovasi layanan dan efisiensi operasional.
Sandiaga, yang pernah menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta dan menjadi pasangan calon Gubernur pada pilkada lalu, juga mengingatkan potensi dampak sosial dari perkembangan teknologi yang tidak terkelola. Ia meminta pelaku industri dan pembuat kebijakan untuk bekerja sama merumuskan aturan yang proaktif.
Pernyataan itu muncul di tengah diskusi global tentang regulasi AI dan perlindungan pekerja dari risiko disrupsi. Di banyak negara, pembuat kebijakan tengah menimbang keseimbangan antara inovasi dan proteksi publik sehingga isu serupa menjadi perhatian luas.
Sandiaga mendorong penerapan prinsip kehati-hatian yang meliputi transparansi algoritma, perlindungan data pribadi, dan audit independen terhadap sistem AI yang beredar di masyarakat. Ia menilai langkah-langkah tersebut penting untuk meminimalkan bias sistemik dan potensi penyalahgunaan teknologi.
Di sisi lain, ia melihat peluang besar bagi UMKM dan pekerja kreatif untuk memanfaatkan AI dalam meningkatkan daya saing produk dan akses pasar. Dengan dukungan peningkatan keterampilan dan program pelatihan, Sandiaga berharap transformasi digital dapat dinikmati secara inklusif.
Para pengamat kebijakan menilai seruan seperti ini relevan untuk mempercepat pembentukan kerangka regulasi nasional yang memadai. Mereka menekankan perlunya sinergi antara kementerian, lembaga riset, dan sektor swasta untuk menghasilkan kebijakan yang efektif.
Sandiaga juga mengajak masyarakat agar tidak takut pada kemajuan teknologi, melainkan aktif dalam proses adaptasi dan pengawasan. Ia menutup pernyataannya dengan ajakan agar semua pemangku kepentingan bergerak bersama demi pemanfaatan AI yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.





