Ekonomi

Dolar AS Tertekan ke Rp17.618 Didorong Sentimen Pasar Global

Jakarta, Maret.id — Nilai tukar Rupiah bergerak menguat pada perdagangan Jumat, 4 September 2026. Rupiah menguat ke level Rp17.618 per Dolar AS, naik 61 poin atau 0,35 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Pengamat pasar keuangan Ibrahim Assuaibi mengatakan pergerakan pasar keuangan masih dibayangi sejumlah sentimen global, terutama eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran. “Indeks Dolar AS melemah setelah adanya kekhawatiran baru bahwa eskalasi konfrontasi militer antara Amerika Serikat dan Iran dapat semakin mengganggu pasokan minyak dari Timur Tengah,” ujar Ibrahim Assuaibi, Pengamat Pasar Keuangan.

Ia menjelaskan pasukan AS menyerang wilayah pesisir selatan Iran dan Teheran kemudian membalas dengan menyerang posisi-posisi AS di sejumlah wilayah kawasan tersebut. “Ini merupakan aksi saling serang paling intens antara kedua negara sejak bulan Juli,” ujar Ibrahim Assuaibi, Pengamat Pasar Keuangan.

Selain konflik geopolitik, tekanan terhadap Dolar AS juga datang dari data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang berada di bawah ekspektasi pasar. Data ADP Employment Change menunjukkan jumlah pekerja sektor swasta AS hanya bertambah 38.000 pada Agustus 2026, lebih rendah dibandingkan perkiraan 47.000 dan kenaikan 46.000 pada periode sebelumnya.

Di sisi kebijakan moneter, pelaku pasar juga meningkatkan spekulasi terkait arah suku bunga The Fed dalam waktu dekat. “Menurut perangkat CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga pada pertemuan tanggal 15-16 September saat ini berada di kisaran 64 persen, naik dari 36 persen pada pekan sebelumnya,” ujar Ibrahim Assuaibi, Pengamat Pasar Keuangan.

Dari dalam negeri, pasar menyambut positif pelantikan Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia periode 2026-2031. Destry menjadi perempuan pertama yang memimpin bank sentral Indonesia.

Meski demikian, Ibrahim menilai ruang penguatan Rupiah masih terbatas karena terdapat kekhawatiran inflasi umum maupun inflasi inti akan meningkat dalam beberapa bulan mendatang. “Ini dipicu oleh tingginya biaya input dan logistik, kembali naiknya harga energi, serta potensi gangguan pasokan pangan akibat fenomena El Nino,” ujar Ibrahim Assuaibi, Pengamat Pasar Keuangan.

Untuk perdagangan hari ini, Ibrahim memperkirakan Rupiah masih akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat. Ia memproyeksikan Rupiah berada di rentang Rp17.630 hingga Rp17.680 per Dolar AS.

Pelaku pasar diperkirakan akan terus memantau perkembangan konflik di Timur Tengah serta data-data ekonomi AS selanjutnya. Pergerakan rupiah diprediksi tetap rentan terhadap sentimen eksternal hingga kondisi pasokan energi dan pangan menunjukkan arah yang lebih jelas.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button