HIPMI berpotensi tembus jadi pemain utama ekonomi digital RI

Jakarta, Maret.id — Calon Ketua Umum BPP HIPMI dan Co-Founder Haluan Digital Network, Anthony Leong, menyerukan generasi muda pengusaha Indonesia untuk tidak hanya menjadi penonton dalam gelombang pertumbuhan ekonomi digital yang tengah berlangsung. Pernyataan itu disampaikan Anthony dalam keterangan pers, Kamis, 28 Mei 2026.
Ekonomi Digital Bukan Lagi Sekadar Masa Depan
Anthony menegaskan bahwa ekonomi digital telah berubah dari prospek masa depan menjadi realitas ekonomi sehari-hari. Menurutnya, peluang yang muncul harus dimanfaatkan oleh pelaku usaha, khususnya pengusaha muda.
Data dan Kontribusi Sektor E-commerce
Indonesia tercatat sebagai ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara dengan nilai sekitar 100 miliar dolar AS pada 2025. Dari total tersebut, sektor e-commerce menjadi kontributor terbesar dengan nilai transaksi sekitar 71 miliar dolar AS dan mencatat pertumbuhan sekitar 14 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Perubahan Perilaku Konsumen Pascapandemi
Perilaku konsumen yang berubah sejak pandemi telah menggeser pola perdagangan ke platform digital secara fundamental. Konsumen kini lebih akrab berbelanja melalui aplikasi, media sosial, hingga fitur live streaming yang menggabungkan hiburan dan transaksi.
Live Streaming Commerce sebagai Model Bisnis
Anthony menilai live streaming commerce termasuk salah satu model bisnis paling potensial untuk memperluas pangsa pasar UMKM dan merek lokal. Platform tersebut memungkinkan interaksi langsung dengan konsumen dan efisiensi biaya promosi dibandingkan saluran tradisional.
Tingginya adopsi ponsel pintar membuat hampir setiap individu berpotensi menjadi pelaku ekonomi digital. Anthony mencontohkan bahwa ponsel kini bisa berfungsi sebagai toko, studio, dan akses ke pasar global sekaligus.
Tantangan yang Dihadapi Pengusaha Muda
Meskipun peluang besar, masih banyak pengusaha muda yang belum memanfaatkan ekonomi digital secara maksimal. Keterbatasan literasi teknologi, pemahaman branding digital, akses pasar, dan kemampuan membuat konten kreatif menjadi hambatan utama.
Kesenjangan keterampilan digital antarwilayah juga menjadi perhatian, terutama bagi UMKM di luar pusat ekonomi besar. Tanpa upaya peningkatan capacity building, peluang ekonomi digital berisiko tidak merata.
Peran HIPMI sebagai Akselerator
Anthony menyerukan agar HIPMI mengambil peran aktif sebagai akselerator transformasi digital bagi anggotanya. Organisasi pengusaha itu diharapkan membantu memperkuat kapasitas usaha agar tangguh secara offline dan kompetitif di platform digital global.
Langkah konkret yang diusulkan mencakup program pelatihan literasi digital, pendampingan branding dan pemasaran, serta fasilitasi akses ke ekosistem teknologi dan pasar ekspor. Selain itu, kolaborasi antarpelaku usaha dan platform digital dinilai krusial untuk mempercepat adopsi.
Strategi untuk Memperluas Akses Pasar
Anthony mengajak para pengusaha muda untuk memanfaatkan kombinasi kanal pemasaran digital, termasuk marketplace, media sosial, dan live streaming. Strategi omni-channel dianggap penting untuk menjaga relevansi produk dan menjangkau konsumen yang beragam.
Investasi pada pengembangan konten kreatif juga dianggap kunci untuk memenangkan perhatian konsumen di era informasi yang sangat padat. Kemampuan bercerita dan menampilkan nilai produk melalui konten menjadi pembeda kompetitif.
Harapan terhadap Kebijakan dan Ekosistem
Selain peran organisasi, Anthony menyoroti pentingnya dukungan regulasi dan infrastruktur dari pemerintah serta sektor swasta. Kebijakan yang mendukung akses internet, keamanan transaksi, dan pelatihan vokasional akan memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi digital.
Ia menekankan bahwa ekosistem yang inklusif akan memastikan UMKM dan pelaku usaha lokal dapat bersaing di pasar domestik maupun internasional. Keterlibatan semua pemangku kepentingan menjadi syarat agar manfaat ekonomi digital dirasakan lebih luas.
Di akhir pernyataannya, Anthony kembali menekankan urgensi aksi kolektif dari pengusaha muda, organisasi bisnis, dan pembuat kebijakan. Generasi muda, menurutnya, harus menjadi aktor utama dalam menentukan arah dan manfaat dari transformasi digital ekonomi Indonesia.





