Ekonomi

Emas Raih Rekor Baru, Perak Ikut Melonjak

Washington, Maret.id — Harga emas dan perak menguat seiring meredanya ketegangan geopolitik yang dinilai dapat mengurangi tekanan inflasi dan membuka peluang suku bunga tidak bertahan tinggi dalam waktu lama.

Pergerakan Harga Logam Mulia

Harga emas spot naik 0,7 persen menjadi 4.719,68 Dolar AS per ons, meski sebelumnya sempat terjadi baku tembak terbaru antara Amerika Serikat dan Iran. Iran menyebut situasi kembali stabil, sementara Presiden AS menegaskan gencatan senjata tetap berlaku. Kontrak berjangka emas AS ditutup 0,4 persen lebih tinggi pada 4.730,70 Dolar AS.

Perak juga melesat, menembus level di atas 80 Dolar AS per ons—tingkat tertinggi sejak pertengahan Maret—dengan kenaikan mingguan yang diperkirakan melampaui 7 persen. Pergerakan perak sejalan dengan penguatan emas di tengah membaiknya sentimen pasar global.

Pendorong Sentimen dan Implikasi Kebijakan

Sentimen pasar mendapat dukungan tambahan dari data ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan. Ekonomi AS tercatat menambah sekitar 115 ribu lapangan kerja pada bulan lalu, melampaui estimasi 62 ribu, yang menunjukkan pasar tenaga kerja masih relatif solid.

Meski menguat belakangan ini, sejak pecahnya perang pada akhir Februari, emas masih terkoreksi lebih dari 10 persen dan perak turun hampir 14 persen. Pelemahan sebelumnya dipicu lonjakan harga minyak yang meningkatkan kekhawatiran inflasi dan memperumit arah kebijakan suku bunga global. Analis menilai meredanya ketegangan dan data tenaga kerja dapat mengurangi tekanan inflasi dan menurunkan kemungkinan suku bunga tinggi dipertahankan lebih lama, sehingga mendukung reli logam mulia.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button