Indeks saham Eropa melonjak dan tembus rekor bulanan

Jakarta, Maret.id — Indeks Euro STOXX 50 menguat 0,3 persen ke level 6.065 dan STOXX Europe 600 naik 0,2 persen menjadi 626,5 pada perdagangan terbaru, seiring membaiknya sentimen investor di bursa Eropa. Pergerakan tersebut dipicu oleh kombinasi faktor geopolitik dan data ekonomi regional yang menunjukkan tekanan inflasi mulai mereda di beberapa kawasan.
Pengaruh Isu Geopolitik terhadap Pasar
Sentimen positif muncul setelah laporan mengenai kesepakatan awal antara Amerika Serikat dan Iran yang berpotensi membuka kembali jalur tanker di Selat Hormuz, langkah yang dapat meredam ketegangan di pasar energi global. Perkembangan itu membuat harga energi dan imbal hasil obligasi menurun, sehingga investor kembali mempertimbangkan aset berisiko seperti saham.
Implikasi Kebijakan Moneter
Data inflasi yang lebih rendah dari perkiraan di Jerman dan Prancis memperkuat ekspektasi bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) masih memiliki ruang untuk melonggarkan kebijakan moneter pada sisa tahun ini. Penurunan tekanan inflasi dipandang sebagai sinyal bagi pelaku pasar bahwa suku bunga riil dapat dijaga lebih longgar untuk menopang pertumbuhan.
Pergerakan Pasar di Prancis
Di Prancis, indeks CAC 40 hampir stagnan di sesi tersebut akibat penurunan saham barang mewah seperti LVMH dan L’Oréal, sementara saham industri seperti Airbus dan Safran mencatat kenaikan. Secara ekonomi, produk domestik bruto Prancis menyusut 0,1 persen pada kuartal pertama 2026 dan inflasi Mei tercatat naik menjadi 2,4 persen yang dipengaruhi oleh kenaikan harga energi.
Sentimen di Pasar Italia
Indeks FTSE MIB Italia naik 0,4 persen dan kembali menembus level psikologis 50.000, dengan penguatan dipimpin sektor keuangan serta saham konsumsi premium seperti Ferrari dan Moncler. Di sisi ekonomi makro, inflasi Italia meningkat menjadi 3,2 persen pada Mei sementara tingkat pengangguran turun menjadi 5,1 persen.
Pergerakan Bursa London dan Sektor Pertahanan
Di London, FTSE 100 mencatat kenaikan tipis dan berhasil membukukan penguatan bulanan kedua berturut-turut, didukung oleh saham-saham pertahanan seperti BAE Systems dan Rolls-Royce. Namun, beberapa nama besar seperti Shell, BAT, dan Unilever berada di zona merah akibat tekanan harga komoditas dan aksi ambil untung dari investor.
Dampak pada Bursa Jerman
DAX 40 Jerman ditutup naik 0,1 persen dan mengakhiri Mei dengan lonjakan 3,4 persen, sejalan dengan penurunan inflasi Jerman ke 2,7 persen pada Mei yang menambah dorongan bagi pasar. Penurunan inflasi ini memperkuat harapan pasar akan meredanya tekanan biaya dan membuka ruang bagi kebijakan yang lebih longgar di zona euro.
Rangkaian peristiwa global yang meliputi perkembangan diplomasi dan data ekonomi membuat pelaku pasar kembali mengalihkan portofolio menuju aset berisiko setelah periode volatilitas. Para analis mencatat bahwa keberlanjutan penguatan pasar akan sangat tergantung pada konfirmasi akhir dari kesepakatan geopolitik dan data inflasi berikutnya.





