Investor Besar Jual Bitcoin, Harga Ambles ke 73.000 Dolar AS

Jakarta, Maret.id — Bitcoin kembali mengalami tekanan tajam setelah terjadi arus jual besar-besaran dari investor institusi melalui produk ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat, yang memicu koreksi di pasar kripto global. Tekanan ini berkontribusi pada penurunan harga mata uang kripto utama dan memicu kekhawatiran tentang kesinambungan arus modal institusional yang selama beberapa bulan mendorong reli sebelumnya.
Aksi Jual Institusi Mendorong Outflow Besar
Dalam sembilan hari perdagangan berturut-turut, ETF Bitcoin spot di AS mencatat arus dana keluar mencapai 2,84 miliar Dolar AS, menandai rangkaian outflow terpanjang sejak peluncuran produk ETF jenis ini pada 2024. Salah satu pemicu terbesar tercatat pada 26 Mei ketika saham ETF Bitcoin yang dikelola BlackRock, IBIT, mengalami penjualan blok senilai sekitar 1,26 miliar Dolar AS.
Analisis dari perusahaan konsultan pasar kripto NYDIG menduga transaksi tersebut dilakukan oleh investor besar yang memilih keluar secara cepat dari pasar, sehingga mengakibatkan tekanan likuiditas pada harga Bitcoin. Aksi jual dari produk investasi yang selama ini menjadi pintu masuk utama modal institusional itu langsung memberikan tekanan pada harga dan sentimen pasar.
Sentimen Risk-Off dan Faktor Geopolitik
Selain tekanan teknis dari ETF, pasar kripto juga dibayangi sentimen “risk-off” di kalangan investor global yang mencari aset lebih aman. Kekhawatiran atas perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran serta rilis serangkaian data ekonomi penting membuat pelaku pasar menahan pembelian agresif pada aset berisiko.
Dampak sentimen ini terasa bukan hanya pada Bitcoin, tetapi hampir di seluruh kelas aset kripto, di mana korelasi antar aset meningkat pada fase penurunan. Investor kini cenderung menunggu kepastian terhadap data makro dan arah kebijakan moneter sebelum melakukan alokasi ulang yang signifikan.
Analisis Teknikal: Level Kritis dan Skenario Pergerakan
Secara teknikal, Bitcoin tercatat sedang memasuki fase konsolidasi setelah mengalami penurunan lanjutan; level 73.000 Dolar AS disebut sebagai zona dukungan utama yang harus dipertahankan untuk mencegah tekanan jual lebih dalam. Sementara itu, level resistensi terdekat berada di kisaran 74.500 Dolar AS, yang jika tembus dapat membuka ruang kenaikan menuju level psikologis sekitar 76.000 Dolar AS.
Pasar kini menaruh perhatian pada laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat yang dijadwalkan dirilis pada 5 Juni, karena data tersebut berpotensi memengaruhi ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga The Fed. Jika data menunjukkan pelemahan pasar tenaga kerja dan membuka kemungkinan penurunan tekanan inflasi, prospek pelonggaran moneter dapat meredakan arus keluar ETF dan memberi peluang penguatan bagi Bitcoin.
Prospek dan Risiko ke Depan
Dalam skenario positif, meredanya arus keluar dana institusional dan data makro yang mendukung kebijakan dovish dari bank sentral AS akan meningkatkan peluang aliran modal kembali ke aset berisiko termasuk Bitcoin. Namun, jika aksi jual pada ETF berlanjut, Bitcoin berisiko menembus level dukungan dan bergerak menuju area 72.400 Dolar AS atau lebih rendah.
Pelaku pasar disarankan tetap waspada dan memperhatikan indikator likuiditas serta arus modal institusional, karena pergerakan besar dari peserta pasar institusional masih mampu menentukan arah jangka pendek. Monitoring terjadwal terhadap data makro dan perkembangan geopolitik akan menjadi kunci bagi investor yang ingin menilai risiko dan peluang pada pasar kripto dalam beberapa pekan mendatang.





