Ekonomi

Dirut Telkom sebut 2026 berpotensi dorong pertumbuhan digital nasional

Jakarta, Maret.id — TelkomGroup melaporkan hasil kinerja kuartal pertama 2026 yang menunjukkan pertumbuhan moderat dan sinyal konsistensi pelaksanaan strategi transformasi perusahaan. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Dian, perwakilan manajemen TelkomGroup, dalam keterangannya di Jakarta pada Senin, 1 Juni 2026.

Kinerja Kuartal I 2026

TelkomGroup membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp37,2 triliun pada tiga bulan pertama 2026, atau tumbuh 1,5 persen secara year-on-year. EBITDA tercatat Rp18,0 triliun dengan margin 48,3 persen, sedangkan laba bersih mencapai Rp4,3 triliun dengan margin 11,7 persen.

Perusahaan juga melaporkan laba bersih yang dinormalisasi sebesar Rp5,1 triliun dengan margin 13,8 persen. Manajemen menjelaskan kontraksi laba bersih dipengaruhi percepatan depresiasi dan proses normalisasi bisnis selama fase transformasi.

Fokus pada Transformasi dan Disiplin Operasional

“Kinerja kuartal pertama tahun 2026 ini menjadi awal yang baik dan motivasi bagi TelkomGroup untuk dapat terus melakukan perbaikan secara bertahap guna memberikan pencapaian dan kontribusi terbaik bagi perusahaan, pelanggan, masyarakat dan negara,” ujar Dian. Pernyataan itu menggambarkan upaya perusahaan menerapkan disiplin operasional sambil mempercepat eksekusi strategi transformasi TLKM 30.

Manajemen menegaskan bahwa strategi ini akan dijalankan sambil mempertahankan fokus pada keberlanjutan bisnis dan pengalaman pelanggan. Langkah-langkah tersebut dipandang penting untuk menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang di tahun ini.

Bisnis Telkomsel dan ARPU

Telkomsel menyatakan akan terus menjaga ARPU (average revenue per user) melalui peningkatan produktivitas pelanggan dan inovasi layanan digital lifestyle. Perusahaan mencatat bahwa kebutuhan konektivitas dan internet tetap menjadi kebutuhan primer masyarakat sehingga prospek industri telekomunikasi masih kuat.

Manajemen menilai permintaan layanan internet belum menunjukkan tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Oleh karena itu, TelkomGroup optimistis memperkuat ekosistem mobile dan fixed broadband secara berkelanjutan dengan mengutamakan customer experience.

Performa Segmen B2B dan Mitratel

Segmen B2B Infrastructure mencatat pendapatan sebesar Rp2,4 triliun atau naik 6,8 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan segmen ini didorong oleh ekspansi berkelanjutan bisnis Fiber-to-the-Tower (FTTT).

Mitratel, yang mengelola bisnis menara telekomunikasi dan FTTT, membukukan pendapatan Rp2,3 triliun atau tumbuh 1,4 persen secara YoY. Tower Leasing dan aktivitas tower-related business tetap menjadi kontributor utama terhadap pendapatan unit tersebut.

Mitratel berhasil mempertahankan EBITDA margin stabil di kisaran 82,7 persen karena efektivitas pengelolaan biaya dan fundamental bisnis yang kuat. Perusahaan juga memperkuat strategi portofolio aset fiber optic sebagai bagian dari transformasi menuju Next-Gen Tower Company yang terintegrasi.

Pada kuartal I, Mitratel menambah panjang jaringan fiber optic sepanjang 1.080 km sehingga total kepemilikan mencapai 58.279 km. Ekspansi ini mendukung pertumbuhan bisnis FTTT dan memperkuat kapabilitas perusahaan dalam layanan infrastruktur digital.

Strategi Data Center dan Konsolidasi Aset

Pada lini bisnis data center, pendapatan TelkomGroup berasal dari fasilitas NeutraDC Group dan colocation serta fasilitas edge data center NeuCentrIX yang kini berada di bawah kendali operasional Telkom. Permintaan terhadap layanan data center terus meningkat seiring perkembangan industri digital dan kebutuhan kapasitas cloud serta edge computing.

Menanggapi potensi tersebut, TelkomGroup menginisiasi konsolidasi untuk memfokuskan pengelolaan aset data center di bawah NeutraDC. Langkah konsolidasi ini diharapkan membuka peluang perluasan layanan, monetisasi aset, dan pertumbuhan melalui kolaborasi dengan mitra strategis.

Prospek dan Tantangan ke Depan

Manajemen menilai tahun 2026 sebagai periode yang penuh peluang sekaligus tantangan, sehingga akselerasi eksekusi strategi TLKM 30 menjadi krusial. TelkomGroup menekankan penerapan prinsip disiplin operasi untuk memperkuat keberlanjutan bisnis dan menghadirkan layanan yang lebih inklusif.

Perusahaan juga menargetkan pembangunan ekosistem digital yang mampu menciptakan dampak lebih luas bagi masyarakat dan perekonomian nasional. Dengan kombinasi ekspansi infrastruktur, inovasi layanan, dan konsolidasi aset, TelkomGroup berharap dapat menjaga momentum pertumbuhan di tengah dinamika industri.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button