Ekonomi

Purbaya Bantah Kebijakan Fiskal Pemerintah Serampangan dan Tegaskan Komitmen Stabilitas

Jakarta, Maret.id — Purbaya membantah kabar yang menyebutnya meminta perbankan melakukan “stress test” jika nilai tukar rupiah menembus Rp18.000 per dolar AS dan mengatakan pelemahan rupiah baru-baru ini disebabkan oleh rumor yang beredar di pasar.

Isu Stress Test dan Spekulasi Pasar

Purbaya menyatakan bahwa dalam beberapa hari terakhir pasar dipenuhi isu dan rumor yang menciptakan sentimen negatif terhadap rupiah.
Ia menegaskan tidak pernah mengeluarkan instruksi agar perbankan melakukan stress test pada level kurs tertentu, sehingga kabar tersebut menurutnya tidak berdasar.

Pernyataan itu disampaikan Purbaya kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Rabu, 3 Juni 2026.
Ia menyebut bahwa penyebaran isu tanpa verifikasi memperburuk psikologi pelaku pasar dan mempercepat pelemahan mata uang domestik.

Penegasan Terhadap Kebijakan Fiskal

Purbaya menolak anggapan bahwa gejolak di pasar keuangan disebabkan oleh kondisi fiskal pemerintah yang memburuk.
Ia menilai tuduhan bahwa kebijakan fiskal dijalankan tanpa aturan yang jelas tidak sesuai dengan kondisi nyata APBN saat ini.

Menurut Purbaya, defisit APBN dalam lima bulan terakhir telah menunjukkan perbaikan dan tinggal 0,7 persen dalam akumulasi periode tersebut.
Jika dihitung dengan metodologi yang lazim digunakan sebagian ekonom, angka itu setara sekitar 1,7-1,8 persen dari produk domestik bruto (PDB), sehingga posisi fiskal dinilai relatif aman.

Situasi Anggaran dan Penerimaan Negara

Purbaya mengatakan surplus primer kembali tercatat positif pada Mei dan lebih tinggi dibandingkan April.
Ia juga menyoroti bahwa penerimaan pajak tumbuh lebih kuat dibandingkan periode yang sama tahun lalu, mencapai kenaikan lebih dari 22 persen.

Dengan kondisi tersebut, Purbaya menegaskan fokus pemerintah adalah menjaga fondasi ekonomi agar tetap kuat dan mendukung kelancaran aktivitas ekonomi.
Ia menepis narasi bahwa kebijakan fiskal dikelola secara “ngawur” atau ugal-ugalan, sambil menyatakan pemerintah akan terus menjaga disiplin anggaran.

Dampak pada IHSG dan Nilai Tukar

Purbaya turut menyinggung rumor tentang kemungkinan pemangkasan peringkat kredit oleh lembaga pemeringkat internasional S&P yang dikatakan memicu penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Ia menyebut kabar tentang kunjungan S&P yang berujung rencana downgrade sebagai contoh spekulasi yang tidak berdasar, bahkan sebelum pertemuan berlangsung.

Pada hari yang sama, IHSG memang ditutup merosot sebesar 254 poin atau 4,11 persen ke level 5.941.
Sementara itu, rupiah mengalami tekanan dan ditutup melemah 127 poin atau 0,71 persen ke posisi Rp17.966 per dolar AS, yang merupakan salah satu posisi penutupan terlemah rupiah sepanjang sejarah.

Purbaya mengamati bahwa selain Indonesia, salah satu penyebab teknis pelemahan pasar juga datang dari penguatan sentimen negatif global, termasuk tekanan yang dialami pasar China.
Namun ia kembali menekankan bahwa penguatan atau pelemahan jangka menengah rupiah pada akhirnya akan sangat ditentukan oleh fundamental ekonomi domestik.

Upaya Pemerintah Menjaga Kepercayaan

Purbaya menyatakan pemerintah terus bekerja untuk memperkuat fondasi ekonomi melalui pengelolaan fiskal yang hati-hati dan peningkatan penerimaan negara.
Ia mengimbau pelaku pasar dan publik untuk tidak mudah terpengaruh oleh rumor yang berpotensi merusak stabilitas pasar keuangan.

Pernyataan tersebut dimaksudkan untuk menenangkan pasar dan memberi sinyal bahwa otoritas terkait memantau kondisi secara proaktif.
Sumber data pasar yang dikutip dalam penutupan perdagangan hari itu menunjukkan korelasi antara sentimen negatif dan penurunan tajam indeks serta pelemahan rupiah.

Purbaya menutup penjelasannya dengan mengatakan akan tetap bertemu dan berdialog dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk lembaga internasional, untuk menjaga kredibilitas dan stabilitas ekonomi.
Ia menegaskan kembali komitmen pemerintah untuk menjaga pengelolaan fiskal yang prudent dan memastikan ekonomi nasional tetap berada pada jalur pemulihan dan pertumbuhan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button