Ekonomi

Kunjungan wisatawan asing ke RI melejit dan menggenjot penerimaan devisa

Jakarta, Maret.id — Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia mencapai 1,24 juta pada April 2026, atau naik 14,75 persen dibandingkan Maret 2026. Kenaikan ini juga tercatat naik 7,22 persen secara tahunan.

Kenaikan Kunjungan dan Tren Bulanan

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini menjelaskan peningkatan lalu lintas wisatawan terjadi melalui berbagai pintu masuk, baik jalur udara, laut, maupun darat. Ia menyatakan capaian itu menunjukkan pemulihan terus berlanjut pasca-pandemi dan dinamika pariwisata global yang semakin meningkat.

Secara kumulatif, kunjungan wisman pada periode Januari–April 2026 mencapai 4,68 juta kunjungan, naik 8,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pudji menilai angka tersebut merupakan capaian tertinggi untuk empat bulan pertama sejak 2020.

Komposisi Kewarganegaraan Wisatawan

Berdasarkan kewarganegaraan, wisatawan asal Malaysia mendominasi dengan 207,96 ribu kunjungan atau 16,65 persen dari total wisman pada April 2026. Posisi berikutnya ditempati Australia dengan 157,96 ribu kunjungan, disusul China 133,99 ribu dan Singapura 111,44 ribu kunjungan.

Pergerakan bulanan menunjukkan variasi antar-negara, di mana kunjungan wisatawan Malaysia meningkat 11,49 persen dan Australia naik 20,84 persen. Lonjakan paling signifikan berasal dari wisatawan China yang meningkat 39,65 persen pada April 2026.

Dampak Nilai Tukar Rupiah

Peningkatan kunjungan asing tersebut terjadi bersamaan dengan pelemahan nilai tukar Rupiah sepanjang April 2026, yang terdepresiasi sekitar 2,3 persen terhadap Dolar AS. Pada awal April Rupiah tercatat di level Rp16.966 per Dolar AS dan bergerak melemah hingga Rp17.368 per Dolar AS pada akhir bulan.

Jika dibandingkan hingga 3 Juni 2026, Rupiah tercatat melemah 5,89 persen menjadi sekitar Rp17.966 per Dolar AS pada hari itu. Pelemahan mata uang domestik berpotensi membuat biaya berwisata di Indonesia relatif lebih murah bagi pemegang mata uang asing, namun juga menimbulkan risiko biaya impor dan inflasi.

Implikasi bagi Sektor Pariwisata dan Ekonomi

Kenaikan kunjungan wisman memberikan sinyal positif bagi pemulihan sektor pariwisata yang merupakan salah satu penggerak ekonomi daerah. Industri perhotelan, transportasi, dan jasa wisata di destinasi utama diperkirakan memperoleh manfaat dari peningkatan aliran turis.

Namun, analis mengingatkan bahwa tekanan pada nilai tukar perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan biaya operasional bisnis pariwisata yang bergantung pada impor barang dan bahan bakar. Pemerintah dan pelaku industri disarankan memperkuat strategi pemasaran, layanan, dan diversifikasi pasar untuk menopang pertumbuhan yang berkelanjutan.

BPS menegaskan akan terus memantau perkembangan kedatangan wisatawan dan menyajikan data rutin untuk membantu pembuat kebijakan. Data detail menurut pintu masuk, lama tinggal, dan pengeluaran wisatawan diharapkan dapat memperkaya kebijakan promosi dan penanganan dampak ekonomi.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button