Ekonomi

Bursa Efek Indonesia bidik dana besar untuk topang IHSG

Jakarta, Maret.id — Bursa Efek Indonesia (BEI) menyiapkan rangkaian roadshow guna memperkuat sisi permintaan (demand side) di pasar saham domestik sekaligus meningkatkan daya tarik perusahaan tercatat Indonesia di mata investor global.

Penjajakan Kerja Sama Internasional

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, mengatakan penjajakan kerja sama dengan sejumlah mitra internasional telah dilakukan untuk membuka saluran investasi baru dan memperluas jaringan distribusi informasi emission.
“Kami sudah bertemu dengan beberapa bursa saham di luar negeri untuk menjalin kerja sama, termasuk dengan perusahaan sekuritas asing,” ujar Nyoman kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Kamis 4 Juni 2026.

Strategi Roadshow dan Tujuan Globalisasi

Tujuan utama roadshow ini adalah membawa perusahaan tercatat Indonesia agar lebih dikenal investor global sehingga dapat menarik minat investasi dan meningkatkan likuiditas saham-saham domestik.
Kegiatan ini juga diharapkan mendorong integrasi pasar modal Indonesia dengan ekosistem keuangan internasional, termasuk peningkatan akses bagi investor institusi yang melakukan alokasi lintas negara.

Sosialisasi Domestik dan Pertemuan dengan Investor

Selain menyasar investor luar negeri, BEI memperluas kegiatan sosialisasi di dalam negeri untuk mempertemukan perusahaan tercatat dengan investor ritel maupun institusi di berbagai daerah.
Langkah pertemuan langsung ini dimaksudkan agar pelaku usaha dapat memaparkan strategi bisnisnya dan memperkaya basis investor lokal, sehingga distribusi kepemilikan saham lebih merata.

Komunikasi dengan Kelompok Investor

Menanggapi peluang optimalisasi dana pensiun dan perusahaan asuransi sebagai shock absorber pasar, Pelaksana Tugas Sementara (PJS) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menegaskan bahwa komunikasi dengan seluruh kelompok investor terus dilakukan secara intensif.
“Kami terus berkomunikasi dengan seluruh investor, baik investor institusi domestik maupun investor global,” kata Jeffrey, menekankan perlunya dialog berkelanjutan untuk memahami kebutuhan likuiditas dan preferensi investasi.

Likuiditas sebagai Faktor Penentu

Pandangan serupa disampaikan Chief Investment Officer Daya Anagata Nusantara (Danantara), Pandu Sjahrir, yang menilai daya tarik pasar saham Indonesia di mata investor institusional global sangat ditentukan oleh tingkat likuiditas pasar.
Menurut Pandu, investor besar tidak terlalu mempermasalahkan volatilitas karena volatilitas dapat dimanfaatkan sebagai peluang, namun yang lebih krusial adalah kemampuan pasar untuk menampung transaksi dalam jumlah besar secara efisien.

Dampak Likuiditas Tipis terhadap Pergerakan Dana

Pandu menjelaskan bahwa likuiditas yang tipis akan menyulitkan pergerakan dana besar dan meningkatkan risiko investasi, sehingga strategi keluar-pasuk posisi menjadi lebih kompleks dan memerlukan perencanaan lebih panjang.
“Kalau ukuran pasar semakin kecil, kami bisa membutuhkan waktu tiga hingga empat bulan hanya untuk keluar dari satu posisi agar tidak memengaruhi harga pasar,” ujarnya, menggambarkan risiko dampak transaksi besar pada harga saham.

Peran Dana Pensiun dan Asuransi

Optimisasi peran dana pensiun dan perusahaan asuransi sebagai stabilisator pasar menjadi salah satu aspek yang dibahas dalam upaya memperdalam pasar modal, karena keduanya memiliki kapasitas untuk menahan volatilitas jangka pendek.
Namun, agar peran tersebut efektif, diperlukan kerangka kebijakan dan insentif yang jelas sehingga dana institusi dapat dikelola untuk memberi kontribusi stabilitas tanpa mengabaikan kewajiban fidusia kepada peserta dan pemegang polis.

Langkah Ke Depan dan Harapan BEI

BEI berharap rangkaian roadshow dan peningkatan komunikasi dengan berbagai kelompok investor akan memperbaiki persepsi pasar terhadap likuiditas, sehingga Indonesia tidak kehilangan relevansi di mata investor global.
Upaya ini menjadi bagian dari strategi yang lebih luas untuk memastikan pasar modal domestik dapat bertumbuh secara berkelanjutan sambil memberikan ruang bagi perusahaan tercatat untuk memperoleh pembiayaan dan investor untuk mencari peluang investasi.

Kesimpulan

Peningkatan upaya promosi dan kerja sama internasional serta penguatan komunikasi dengan investor institusi dan ritel menjadi langkah kunci dalam memperdalam pasar modal Indonesia dan menjaga keterlibatan investor besar.
Dengan demikian, kombinasi antara roadshow internasional, sosialisasi domestik, dan perbaikan likuiditas dipandang sebagai strategi pragmatis untuk meningkatkan daya tarik pasar saham Indonesia dalam kompetisi global.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button