Ekonomi

Pertamina Gandeng Mitra Inovasi Pengelolaan Sampah dan Penanaman Pohon

Jakarta, Maret.id — Pertamina menggelar kick-off program pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular di TPS3R Guwosari, Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Jumat, 5 Juni 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Kegiatan ini menjadi titik awal serangkaian aksi yang berlangsung serentak di berbagai wilayah operasi Pertamina Group seperti Kilang Plaju, Elnusa, dan unit operasi lainnya.

Peluncuran Serentak dan Alasan Pemilihan Lokasi

Pertamina memilih TPS3R Guwosari sebagai lokasi awal karena dinilai menunjukkan praktik pengelolaan sampah yang terintegrasi dan berdampak langsung pada ekonomi serta sosial masyarakat setempat. Corporate Secretary PT Pertamina (Persero) Arya Dwi Paramita menyatakan pemilihan lokasi itu bertujuan memperlihatkan contoh nyata kolaborasi antara korporasi, komunitas, dan akademisi.

Kegiatan kick-off ini dilaksanakan oleh berbagai lini usaha dalam grup untuk memperkuat implementasi program lingkungan yang sudah ada dan memperluas jejaring mitra di tingkat lokal. Langkah serentak tersebut diharapkan dapat mempercepat transformasi menuju ekonomi sirkular di berbagai wilayah operasi Pertamina.

Dukungan Dana dan Fokus Program

Dalam kesempatan itu Pertamina menyalurkan bantuan Program Go-Sari Edupark senilai Rp150 juta untuk mendukung inovasi hijau di lapangan. Dana tersebut dialokasikan untuk pengembangan aplikasi pengumpulan sampah Go-Sari, inovasi pembuatan biochar, budidaya ayam petelur, serta program Rewulu Reborn yang mengubah limbah segel mobil tangki menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi.

Program Go-Sari Edupark juga difokuskan untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam pengelolaan sampah, termasuk pelatihan teknis dan pengembangan pasar bagi produk hasil olahan sampah. Dukungan dana ini dimaksudkan tidak hanya untuk bantuan awal, tetapi juga untuk menciptakan model bisnis berkelanjutan yang dapat direplikasi di wilayah lain.

Inovasi Teknis di TPS3R Guwosari

Salah satu inovasi yang mendapat sorotan adalah pengolahan sampah organik menjadi biochar yang kemudian dimanfaatkan sebagai material filter pada knalpot mobil tangki Pertamina. Selain itu TPS3R Guwosari menerapkan teknologi penanganan sampah plastik yang disulap menjadi palet dan furnitur siap pakai untuk kebutuhan lokal.

Inovasi-inovasi ini menunjukkan pendekatan multiperan yang menggabungkan aspek lingkungan, teknis, dan nilai ekonomi sehingga sampah tidak lagi sekadar dibuang melainkan menjadi sumber pendapatan. Pendekatan tersebut juga membuka peluang bagi adaptasi teknologi sederhana yang sesuai dengan kapasitas masyarakat desa.

Dampak Sosial dan Ekonomi di Tingkat Lokal

Lurah Guwosari, Masduki, memberikan apresiasi terhadap program terpadu ini dan menyatakan bahwa sistem pengelolaan sampah di desanya kini telah mencakup kebutuhan sekitar 1.500 kepala keluarga. Program ini juga berhasil membuka lapangan kerja bagi lebih dari 27 warga setempat termasuk korban usia lanjut yang diberdayakan dalam rangkaian kegiatan mulai dari pengambilan hingga pengolahan sampah.

Masduki menambahkan bahwa warga didorong untuk memilah sampah sejak dari rumah agar biaya pengolahan bisa ditekan dan nilai tambah produk meningkat. Dari kegiatan tersebut, para pekerja pendukung dilaporkan memperoleh penghasilan bulanan berkisar Rp2 juta hingga Rp3 juta, yang membantu perekonomian keluarga di lingkungan tersebut.

Skala Nasional dan Capaian Pertamina Group

Secara nasional, hingga 2026 Pertamina Group telah mengoperasikan 151 program lingkungan berbasis pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular yang tersebar di berbagai unit operasi. Program-program tersebut tercatat mampu mengolah sekitar 951.023 ton sampah per tahun dan menjangkau 68.788 penerima manfaat, menurut keterangan resmi perusahaan.

Capaian ini digunakan Pertamina untuk mendukung target pengurangan sampah serta mendorong penerapan ekonomi sirkular yang lebih luas di masyarakat. Pertamina menilai bahwa kombinasi dukungan korporasi, inovasi teknologi sederhana, dan partisipasi komunitas menjadi kunci keberhasilan program yang berorientasi pada keberlanjutan.

Langkah Ke Depan dan Replikasi Model

Pertamina menyatakan akan terus memperluas skema pembinaan dan pendanaan untuk TPS3R dan inisiatif ekonomi sirkular lain yang terbukti efektif di lapangan. Rencana pengembangan meliputi peningkatan kapasitas digital melalui aplikasi pengumpulan sampah, perluasan pasar bagi produk olahan, serta penguatan kemitraan dengan pihak-pihak terkait.

Dengan replikasi model yang sudah diuji, perusahaan berharap program serupa dapat menyebar ke lebih banyak komunitas sehingga manfaat lingkungan dan ekonomi bisa dirasakan lebih luas. Upaya berkelanjutan ini diharapkan menjadi bagian dari kontribusi korporasi terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan dan penanganan persoalan sampah nasional.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button