BREN dan anak usaha sepakat melakukan transaksi afiliasi Rp17,23 miliar

Jakarta, Maret.id — Kerja sama operasional antara entitas dalam grup perusahaan BREN dijadwalkan berlangsung mulai 1 Mei 2026 hingga 31 Oktober 2033 dengan pagu anggaran maksimal sebesar Rp17,23 miliar. Langkah ini diumumkan sebagai bagian dari upaya perusahaan untuk memperkuat dukungan operasional terhadap proyek panas bumi yang dikelola di wilayah Jawa Barat.
Rincian Pengadaan Alat Berat
Pengadaan meliputi berbagai jenis alat berat seperti backhoe loader, dump truck, boom truck, truck chassis, dan fire truck untuk menunjang aktivitas lapangan. Peralatan tersebut dialokasikan khusus untuk mendukung kegiatan panas bumi di wilayah Sukabumi dan Garut, Jawa Barat.
Lokasi dan Fungsi Operasional
Sukabumi dan Garut dipilih sebagai lokasi utama pemanfaatan alat karena kedekatan dengan area prospek panas bumi yang menjadi fokus pengembangan. Keberadaan armada dan peralatan tambahan diharapkan mempercepat mobilitas, perawatan infrastruktur, serta respons operasional terhadap kebutuhan di lapangan.
Tujuan Bisnis dan Efisiensi Internal
Manajemen BREN menyatakan bahwa integrasi struktur usaha dan pemanfaatan alat tersebut ditujukan untuk meningkatkan efisiensi serta efektivitas operasi internal grup. Peningkatan efisiensi diharapkan mampu menurunkan biaya operasional dan memperbaiki produktivitas unit usaha yang terkait.
Nilai Transaksi dan Materialitas
Dengan nilai transaksi yang setara 0,112 persen dari ekuitas konsolidasian per akhir 2025, transaksi ini dinyatakan tidak tergolong sebagai transaksi material. Klasifikasi ini menunjukkan bahwa dampak finansialnya terhadap struktur permodalan grup diperkirakan relatif terbatas.
Penjaminan Transparansi
Untuk memastikan proses berjalan transparan dan sesuai praktik bisnis yang berlaku, BREN melibatkan KJPP Kusnanto & Rekan sebagai penilai independen. KJPP tersebut menilai bahwa skema transaksi yang diajukan wajar dan lazim dalam praktik komersial.
Dampak Jangka Panjang bagi Investor
Manajemen optimistis bahwa integrasi dan pemanfaatan aset operasional ini dapat menciptakan nilai jangka panjang bagi perseroan dan pemegang saham. Pencapaian target efisiensi serta stabilitas operasional dianggap sebagai faktor yang berpotensi memperkuat posisi perusahaan di mata investor.
Pengawasan dan Pelaksanaan Anggaran
Pelaksanaan pembelian dan distribusi alat akan mengikuti ketentuan penganggaran internal serta mekanisme pengendalian risiko yang berlaku di grup. Pengawasan ini bertujuan memastikan realisasi anggaran tetap sesuai plafon dan kegiatan operasional berjalan sesuai rencana.
Kontribusi terhadap Proyek Panas Bumi
Peralatan yang diadakan diharapkan mampu meningkatkan kelancaran kegiatan pengeboran, pembangunan infrastruktur akses, serta pengelolaan risiko kebakaran di lokasi proyek. Dukungan logistik yang lebih memadai juga direncanakan untuk mempercepat waktu tanggap terhadap gangguan operasional.
Harapan Manajemen dan Langkah Selanjutnya
Manajemen BREN akan terus memantau kinerja pemanfaatan alat dan efektivitas operasional di lapangan sekaligus melaporkan perkembangan kepada pemangku kepentingan. Ke depan, perusahaan menyatakan akan mengevaluasi kebutuhan tambahan berdasarkan hasil implementasi dan kondisi lapangan.
Penutup
Skema kerja sama ini menjadi salah satu langkah strategis grup dalam menjaga kesinambungan dan peningkatan kualitas operasi panas bumi. Pemangku kepentingan diharapkan menerima informasi selanjutnya melalui keterbukaan informasi yang rutin diumumkan oleh perusahaan.





