Pipa Gas Cisem II Sepanjang 242 Kilometer Resmi Beroperasi

Jakarta, Maret.id — Pipa transmisi gas bumi Cisem II sepanjang 242 kilometer resmi beroperasi. Infrastruktur strategis ini diresmikan oleh pemerintah sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan integrasi energi di Indonesia, khususnya dari Sumatera ke Jawa.
Peresmian Pipa Cisem II
Pipa yang dibangun menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ini menghubungkan wilayah Batang di Jawa Tengah hingga Kandang Haur Timur di Jawa Barat. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menegaskan bahwa pipa ini akan memperkuat jaringan energi gas bumi nasional.
“Setelah keberhasilan Cisem I, hari ini kita menyaksikan commissioning Cisem II yang semakin memperkuat integrasi jaringan pipa gas bumi nasional. Infrastruktur ini akan meningkatkan fleksibilitas penyaluran gas dan memperkuat keandalan pasokan energi,” tutur Laode dalam sambutannya.
Kontribusi untuk Tenaga Kerja Lokal
Proyek ini tidak hanya berdampak pada infrastruktur tetapi juga berkontribusi dalam penyerapan tenaga kerja lokal. Selama masa konstruksi, sebanyak 1.981 orang tenaga kerja lokal terlibat. Hal ini mencerminkan komitmen proyek dalam mendukung kesejahteraan masyarakat sekitar.
Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas, Agung Kuswardono, menyebutkan bahwa proyek ini berhasil mencatat lebih dari 4.659.090 jam kerja aman tanpa insiden fatal. “Kami mendorong implementasi praktik Good Corporate Governance dan keselamatan kerja yang tinggi,” katanya.
Pengelolaan dan Pemanfaatan Sumber Energi
Dengan selesainya commissioning, PT Pertagas ditunjuk sebagai operator untuk pengelolaan pipa tersebut. Indra P. Sembiring, Direktur Utama PT Pertagas, menyatakan kesiapan pipa ini untuk beroperasi. “Kehadiran Cisem II akan semakin memperkuat konektivitas jaringan pipa gas bumi nasional serta meningkatkan fleksibilitas operasi sistem transmisi gas,” ujarnya.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral juga mengeluarkan regulasi terkait pengelolaan operasional sistem pipa pada Maret 2026, memastikan bahwa seluruh proses dilakukan sesuai dengan standar yang ditetapkan. Pasokan awal gas bumi untuk pipa ini berasal dari Lapangan Jambaran Tiung Biru, yang diharapkan dapat mendukung produktivitas Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).
Keberhasilan proyek ini juga diharapkan menjadi langkah maju dalam mewujudkan kemandirian energi nasional. Dengan adanya pipa Cisem II, harapannya adalah peningkatan distribusi energi yang lebih efisien, mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.





