IHSG Melesat Hampir 5 Persen, Antam dan Telkom Pimpin Penguatan

Jakarta, Maret.id — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melejit pada penutupan Sesi I perdagangan hari ini dengan penguatan signifikan sebesar 4,82 persen atau naik 257,60 poin ke level 5.599, merujuk pada data RTI Business.
IHSG sejak bel pembukaan langsung bergerak agresif dari level 5.344 dan mempertahankan tren positif sepanjang pagi hingga menutup sesi pertama.
Pergerakan Harga dan Rentang Perdagangan
Dalam pergerakan intraday, IHSG mencatat titik tertinggi pada 5.627 dan titik terendah 5.318, menunjukkan volatilitas yang masih terjadi meski dominasi penguatan cukup kuat.
Arah naik pasar pagi ini ditopang oleh aliran beli yang masif di sejumlah saham unggulan sehingga indeks konsisten berada di zona hijau.
Saham Penggerak dan Kontribusi Sektor
Sektor industri menjadi motor utama rebound IHSG dengan kenaikan tertinggi mencapai 5,93 persen pada paruh pertama sesi perdagangan.
Penguatan sektor industri tersebut antara lain ditopang oleh lonjakan harga saham seperti INDS, ASII, HEXA, dan SMSM yang turut mendorong sentimen positif pasar.
Top Gainers dan Saham Berkapitalisasi Besar
Gairah di saham-saham berkapitalisasi besar tercermin dari daftar top gainers pada indeks LQ45, di mana ANTM, BBTN, WIFI, AMRT, TLKM, BBNI, dan SMGR berada di urutan teratas penguatan.
Kinerja kuat saham-saham blue chip ini menjadi katalis utama bagi indeks sehingga ledakan kenaikan dapat terjadi relatif cepat.
Pergerakan saham pada Sesi I juga menunjukkan mayoritas saham bergerak menguat, dengan 603 saham mengalami penguatan.
Sebaliknya, ada 118 saham yang terkoreksi dan 92 saham yang stagnan hingga akhir sesi pertama.
Aktivitas Perdagangan dan Kapitalisasi Pasar
Nilai kapitalisasi pasar terpantau melesat menjadi sebesar Rp9.845,40 triliun pada akhir Sesi I perdagangan hari ini.
Volume perdagangan mencapai 24,71 miliar lembar saham dengan frekuensi transaksi sebanyak 1,48 juta kali, sementara nilai transaksi atau perputaran uang yang terekam mencapai Rp13,79 triliun.
Meskipun indeks melonjak hampir lima persen, aksi ambil untung oleh investor asing tercatat signifikan pada sesi ini.
Investor asing membukukan aksi jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp447,05 miliar di seluruh pasar.
Tekanan jual asing terutama terjadi pada pasar reguler dengan catatan net sell sebesar Rp587,21 miliar.
Namun di sisi lain, di pasar negosiasi dan pasar tunai, investor asing masih tercatat melakukan beli bersih (net buy) sebesar Rp140,15 miliar, yang sedikit meredam tekanan pada nilai transaksi keseluruhan.
Dinamika arus modal asing ini menggambarkan strategi profit taking setelah kenaikan harga saham yang tajam, terutama pada saham-saham yang sebelumnya menguat signifikan.
Pergerakan modal asing semacam ini kerap menjadi penentu arah lanjutan indeks pada sesi-sesi berikutnya.
Para analis pasar modal menilai bahwa reli hari ini bersifat terfokus pada sektor-sektor tertentu dan rentan terhadap aksi korektif apabila sentimen eksternal berubah.
Faktor pemicu teknis seperti akumulasi oleh investor domestik dan realokasi portofolio juga diduga memperkuat laju kenaikan indeks.
Investor disarankan untuk mencermati perkembangan data ekonomi domestik dan global yang dapat mempengaruhi sentimen pasar ke depan.
Kondisi likuiditas, kebijakan suku bunga, serta pergerakan harga komoditas menjadi variabel yang perlu diperhatikan dalam membaca potensi kelanjutan rally indeks.
Secara keseluruhan, rebound tajam IHSG pada Sesi I hari ini menandai optimisme pasar meski tetap mengandung risiko volatilitas di tengah aktivitas ambil untung oleh investor asing.
Pergerakan di sesi-sesi selanjutnya akan menentukan apakah tren penguatan ini berlanjut atau mengalami konsolidasi dalam jangka pendek.





