Ekonomi

Rupiah menguat ke Rp17.944 dan IHSG melejit 2,71 persen

Jakarta, Maret.id — Nilai tukar rupiah berhasil menguat pada akhir perdagangan hari ini, dengan penguatan sebesar 114 poin atau 0,63 persen dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya menurut data Bloomberg. Penguatan tersebut mencerminkan sentimen positif yang mengalir ke pasar keuangan domestik menjelang akhir sesi perdagangan.

Pergerakan Rupiah

Rupiah mengalami penguatan yang cukup berarti pada penutupan perdagangan, menandakan adanya masuknya permintaan mata uang domestik pada sesi tersebut. Penguatan ini terjadi meski kondisi pasar global masih menunjukkan volatilitas di beberapa wilayah ekonomi utama.

Penguatan 114 poin tersebut menunjukkan perbaikan dari tekanan jual yang sempat membebani rupiah dalam beberapa hari sebelumnya. Para pelaku pasar menyikapi data ekonomi dan perkembangan global dengan selektif, sehingga aliran modal masuk kembali pada beberapa aset berdenominasi rupiah.

Kinerja IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turut menutup perdagangan dengan catatan positif, menguat 155,7 poin atau 2,71 persen ke level 5.902. IHSG sempat bergerak di rentang yang cukup lebar pada hari yang sama, menyentuh titik tertinggi di 5.942 dan terendah di 5.677 menurut data Bursa Efek Indonesia.

Kenaikan indeks didorong oleh mayoritas saham yang berada di zona hijau dan sentimen risiko yang mereda pada akhir sesi. Penguatan IHSG ini juga mencerminkan perbaikan kepercayaan investor domestik terhadap prospek perusahaan tercatat di bursa dalam jangka pendek.

Komposisi Perdagangan

Sebanyak 571 saham tercatat menguat pada penutupan, sementara 148 saham melemah dan 96 saham bergerak stagnan, menandakan dominasi penguatan di pasar. Kondisi ini menunjukkan partisipasi luas dari berbagai sektor yang mendorong optimisme pada perdagangan hari ini.

Aktivitas perdagangan terpantau tinggi dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp31 triliun dan volume perdagangan sebanyak 46 miliar saham. Frekuensi transaksi juga tercatat sebesar sekitar 3,1 juta kali, menunjukkan likuiditas yang baik serta minat tinggi dari pelaku pasar.

Faktor Pendukung dan Risiko

Beberapa faktor yang mendukung penguatan mata uang dan pasar saham antara lain perbaikan data makro regional, sentimen domestik yang stabil, dan aksi korporasi yang menarik minat investor. Namun, risiko dari perkembangan geopolitik dan perubahan kebijakan moneter global tetap menjadi perhatian pelaku pasar.

Analis pasar menilai bahwa momentum jangka pendek dapat berlanjut jika sentimen positif tetap terjaga, namun pengawasan tetap diperlukan mengingat potensi pembalikan arah apabila terdapat kejutan data atau kebijakan. Investor disarankan memantau rilis data ekonomi dan pernyataan otoritas moneter baik di dalam maupun luar negeri.

Prospek Pasar

Dengan penutupan positif pada hari ini, pasar modal Indonesia menunjukkan pemulihan sentimen yang sempat terkoreksi beberapa waktu lalu. Ke depan, sentimen eksternal dan kinerja perusahaan tercatat akan menjadi penentu arah pergerakan IHSG dan nilai tukar rupiah.

Pelaku pasar diperkirakan akan terus memantau perkembangan harga komoditas, arus modal asing, serta kebijakan fiskal dan moneter domestik untuk mengambil keputusan investasi. Kondisi likuiditas yang memadai di bursa juga diharapkan mendukung kelanjutan aktivitas perdagangan pada sesi berikutnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button