Ekonomi

Penjualan ritel merosot 11,6 persen April 2026, ancam pemulihan ekonomi

Jakarta, Maret.id — Survei Bank Indonesia (BI) mencatat Indeks Penjualan Riil (IPR) pada April 2026 hanya mencapai 226,9 sehingga terkontraksi 3,7 persen secara tahunan (yoy). Angka ini berbalik dari pertumbuhan pada Maret 2026 yang masih mencatat kenaikan 3,4 persen yoy dan menjadi penurunan terdalam sejak Mei 2023.

Penurunan Penjualan Eceran Pada April

Penjualan eceran pada April 2026 anjlok secara bulanan (mtm) sebesar 11,6 persen, jauh lebih dalam dibandingkan pertumbuhan 10,3 persen mtm pada Maret. Kontraksi ini tercatat luas dan berdampak pada sebagian besar kelompok barang yang dipantau BI.

Kelompok dengan penurunan terdalam meliputi Kelompok Barang Lainnya yang turun 16,6 persen mtm, Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi turun 12,5 persen mtm, serta Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau yang turun 12,3 persen mtm. BI menyatakan bahwa pola penurunan ini terjadi hampir di seluruh kategori dan menjadi penanda melemahnya permintaan setelah periode puncak belanja.

Normalisasi Pasca Periode Hari Besar Keagamaan

Bank Indonesia menjelaskan kontraksi penjualan ritel terjadi seiring normalisasi konsumsi masyarakat setelah berakhirnya periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) yakni Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah yang pada tahun ini berlangsung pada Maret 2026. Penurunan kinerja penjualan pada April disebut sebagai koreksi wajar setelah lonjakan permintaan pada masa HBKN.

Meski demikian, BI memperkirakan kondisi penjualan eceran mulai membaik pada Mei 2026 dengan IPR yang diperkirakan berada di level 225 atau masih mengalami penurunan 0,9 persen yoy. Perbaikan relatif ini diperkirakan ditopang oleh dorongan permintaan selama libur Kenaikan Yesus Kristus, Hari Raya Waisak, dan Iduladha yang meningkatkan aktivitas belanja pada beberapa segmen.

Penopang kenaikan permintaan pada Mei terutama datang dari peningkatan penjualan tahunan pada Kelompok Suku Cadang dan Aksesori, Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya, serta beberapa sub-kategori dalam Kelompok Barang Lainnya. Keberlanjutan perbaikan tergantung pada daya beli konsumen dan pola belanja pasca-libur.

Tinjauan Inflasi dan Ekspektasi Harga

Dalam laporan yang sama, Bank Indonesia mencatat tekanan inflasi jangka pendek masih relatif terkendali yang tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Juli 2026 yang berada di level 175,8, relatif stabil dibandingkan IEH Juni sebesar 175,6. Angka ini menunjukkan bahwa pelaku ekonomi belum memperkirakan lonjakan harga yang signifikan dalam jangka sangat pendek.

Namun IEH untuk proyeksi enam bulan mendatang menunjukkan tren peningkatan karena IEH Oktober 2026 diperkirakan mencapai 167,6, lebih tinggi dibandingkan IEH September sebesar 163,2, dan kenaikan ini didorong oleh proyeksi naiknya harga bahan baku. Kenaikan ekspektasi tersebut menjadi sinyal bagi otoritas moneter dan pelaku usaha untuk tetap memantau tekanan biaya produksi yang dapat berdampak pada inflasi inti.

Dampak terhadap Kebijakan dan Pelaku Usaha

Penurunan tajam pada April menempatkan pengelola sektor ritel dan produsen dalam posisi harus menyesuaikan strategi penjualan, persediaan, dan promosi untuk meredam tekanan penurunan permintaan. Sektor ritel diharapkan meningkatkan inovasi penawaran dan program pemasaran untuk merespons fluktuasi musiman dan pergeseran pola konsumsi pasca-HBKN.

Bagi pembuat kebijakan, dinamika IPR dan IEH menuntut koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter untuk menjaga kestabilan permintaan sekaligus mengendalikan ekspektasi inflasi. Bank Indonesia diperkirakan akan tetap memantau perkembangan permintaan domestik dan harga bahan baku sebelum mengambil langkah kebijakan lebih lanjut.

Bank Indonesia merilis laporan terkait kondisi penjualan ritel ini pada Kamis, 11 Juni 2026, sebagai bagian dari pemantauan rutin terhadap dinamika sektor riil dan ekspektasi harga. Tren perbaikan pada Mei memberi harapan adanya stabilisasi, tetapi risiko dari kenaikan harga input dan ketidakpastian global tetap menjadi tantangan ke depan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button