PLN pulihkan sistem kelistrikan Sumatera Utara 72 jam lebih cepat

Jakarta, Maret.id — Sistem kelistrikan di Provinsi Sumatera Utara dilaporkan telah pulih sepenuhnya setelah proses pemulihan yang dipercepat oleh PLN. Pemulihan tersebut mengakhiri pengaturan pasokan melalui manajemen beban dan mengembalikan layanan listrik 24 jam bagi pelanggan yang terdampak.
Pemulihan Jaringan Transmisi
Sinyal pemulihan tampak jelas setelah tersambungnya kembali jaringan transmisi 275 kilovolt (kV) Galang–Simangkuk ke sistem interkoneksi Sumatera. Penyambungan kembali jaringan ini menjadi titik balik yang memungkinkan pasokan listrik di wilayah itu kembali stabil.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara, Mundhakir, menyatakan bahwa pemulihan dilakukan secara terukur dengan penekanan pada keselamatan kerja. Mundhakir menegaskan bahwa langkah-langkah teknis yang diambil mempertimbangkan aspek keselamatan personel dan integritas sistem.
Skala Dampak dan Pelanggan yang Pulih
Sebanyak 74 penyulang berhasil diaktifkan kembali sehingga aliran listrik ke banyak daerah dapat normal kembali. Selain itu, 6.536 gardu distribusi yang sempat terdampak juga telah dikembalikan fungsinya sehingga distribusi energi dapat melayani kebutuhan masyarakat.
PLN melaporkan bahwa 735.406 pelanggan yang sebelumnya mengalami gangguan kini kembali menikmati pasokan listrik penuh selama 24 jam. Kembalinya layanan ini diharapkan memulihkan kegiatan ekonomi dan layanan publik yang sempat terganggu.
Percepatan Pemulihan dan Estimasi
Menurut Mundhakir, proses pemulihan berlangsung sekitar 72 jam lebih cepat dari estimasi awal yang sempat dihitung pihak PLN. Percepatan ini terjadi berkat koordinasi teknis yang intensif serta dukungan berbagai pihak terkait.
Tim teknis PLN melakukan penanganan darurat serta pengujian bertahap sebelum mengembalikan beban secara penuh ke jaringan untuk memastikan kestabilan sistem. Pengujian tersebut mencakup verifikasi sambungan transmisi, kondisi gardu distribusi, dan kesiapan perangkat proteksi agar risiko gangguan lanjutan dapat diminimalkan.
Koordinasi dan Dukungan Pemangku Kepentingan
Mundhakir menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, unsur TNI dan Polri, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan yang turut membantu percepatan penormalan sistem. Dukungan logistik, akses lapangan, dan pengamanan menjadi faktor penting dalam mempercepat proses perbaikan.
Di tingkat daerah, fasilitas publik dan layanan kritikal mendapat prioritas sehingga dampak sosial dan ekonomi dapat diminimalkan selama masa pemulihan. Komunikasi antara PLN dan pemerintah daerah juga terus dilakukan untuk memastikan koordinasi langkah-langkah teknis dan non-teknis.
Respons Pelanggan dan Tindakan Lanjutan
PLN menyampaikan terima kasih kepada masyarakat atas kesabaran dan dukungan selama proses pemulihan berlangsung. Perusahaan juga mengimbau pelanggan untuk segera melaporkan apabila masih ada gangguan tersisa melalui saluran layanan resmi PLN.
Selanjutnya, PLN berencana melakukan monitoring intensif terhadap kondisi jaringan untuk mencegah terjadinya gangguan berulang dan meningkatkan kesiapsiagaan operasional. Evaluasi pasca-insiden juga akan dilakukan untuk memperbaiki prosedur tanggap darurat dan memperkuat infrastruktur kelistrikan di wilayah Sumatera Utara.
Rehabilitasi dan pemeliharaan jangka panjang menjadi fokus agar pasokan listrik tetap andal di masa mendatang. Peningkatan koordinasi antarunit, penambahan kapasitas peralatan kritis, serta penguatan jaringan transmisi akan menjadi bagian dari upaya tersebut.





