Ekonomi

Bank Indonesia klaim kenaikan suku bunga dorong rupiah menguat

Jakarta, Maret.id — Bank Indonesia menyatakan respons positif investor terhadap bauran kebijakan moneter yang diterapkan belakangan ini tercermin dari peningkatan aliran modal asing ke sejumlah instrumen keuangan domestik. Pernyataan itu disampaikan Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, dalam keterangan resmi pada Jumat, 12 Juni 2026.

Respons Investor terhadap Kebijakan Moneter

Pasca kenaikan BI-Rate menjadi 5,50 persen, investor asing menunjukkan minat kembali ke instrumen pasar uang domestik. Ramdan mencatat terutama terjadi arus masuk pada Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) setelah pelaksanaan lelang SRBI pada 10 Juni 2026.

Aliran modal asing tidak hanya terlihat pada SRBI tetapi juga mulai kembali ke Surat Berharga Negara (SBN). Pergerakan ini lebih dominan pada tenor pendek dan menengah, yang dinilai pasar lebih likuid dan kurang sensitif terhadap risiko jangka panjang.

Dorongan pada Nilai Tukar Rupiah

Perkembangan aliran modal tersebut turut memberi tekanan penguatan pada nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat. Mengutip data pasar hingga pukul 13.00 WIB pada hari yang sama, Rupiah tercatat menguat 61 poin atau sekitar 0,34 persen ke level Rp17.927 per Dolar AS.

Bank Indonesia menilai penguatan ini sejalan dengan kebijakan moneter yang lebih ketat dan peningkatan imbal hasil di instrumen keuangan domestik. Penguatan Rupiah juga mencerminkan sentimen pasar yang mulai menilai instrumen keuangan Indonesia kembali menarik bagi investor global.

Strategi BI Menjaga Stabilitas

Bank Indonesia menegaskan akan terus memantau perkembangan pasar keuangan global dan domestik untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Langkah-langkah stabilisasi akan dioptimalkan secara konsisten dan terukur sesuai dinamika pasar.

Intervensi yang menjadi opsi Bank Indonesia meliputi transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, serta transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik. Strategi ini ditujukan untuk meredam volatilitas jangka pendek tanpa mengesampingkan tujuan menjaga daya tarik instrumen keuangan dalam negeri.

Implikasi bagi Pasar dan Kebijakan

Kembalinya aliran modal asing ke pasar domestik memberi ruang bagi perbaikan likuiditas dan penurunan biaya pembiayaan di pasar sekuritas. Namun, otoritas juga diingatkan untuk tetap waspada terhadap potensi perubahan sentimen global yang dapat berbalik arah dengan cepat.

Pengamat pasar menyebut bahwa konsistensi kebijakan dan komunikasi yang jelas dari Bank Indonesia penting untuk mempertahankan kepercayaan investor. Pemerintah dan otoritas terkait diharapkan memperkuat koordinasi kebijakan guna mendukung stabilitas makroekonomi dan kelanjutan aliran modal yang sehat.

Bank Indonesia akan terus menyampaikan perkembangan dan langkah yang diambil jika kondisi pasar menunjukkan perubahan signifikan. Pemantauan yang aktif dinilai krusial untuk memastikan stabilitas pasar keuangan sejalan dengan target inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button