Penambahan Armada Mendorong Penguatan Rantai Logistik Energi

Jakarta, Maret.id — PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) menetapkan tahun 2025 sebagai titik fokus untuk investasi strategis demi menguatkan pondasi bisnis jangka panjang. Melalui langkah ini, perusahaan bertujuan untuk meningkatkan aset produktif, memperluas armada energi, serta melakukan diversifikasi usaha.
Fokus pada Pertumbuhan Berkelanjutan
Direktur Utama HUMI, Ari Askhara, menegaskan bahwa 2025 akan menjadi fase krusial dalam memperkuat kapasitas perusahaan. Menurutnya, investasi yang direncanakan bertujuan untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan sekaligus memperkokoh posisi HUMI di ekosistem energi nasional.
“Langkah-langkah ini kami ambil untuk memastikan HUMI tidak hanya tumbuh lebih besar, tetapi juga memiliki pondasi bisnis yang lebih kuat, terintegrasi, dan berkelanjutan sebagai bagian dari Humpuss Group,” ungkap Ari Askhara dalam pernyataan di Jakarta.
HUMI berencana untuk melakukan investasi besar-besaran sepanjang 2025 melalui anak usahanya, yang mencakup penambahan kapal pengangkut LNG dan tanker LPG. Langkah strategis ini bertujuan untuk memperkuat posisi perusahaan dalam rantai logistik energi yang semakin kompleks dan berkembang.
Peningkatan Armada dan Diversifikasi Usaha
Dalam rangka memperkuat bisnis utamanya, HUMI juga melanjutkan strategi diversifikasi dengan mengakuisisi PT Solusi Prisma Metana melalui PT GTS Internasional Tbk (GTSI). Akuisisi ini bertujuan untuk memperluas rantai nilai bisnis energi, mulai dari sektor logistik hingga hilir.
SPM dikenal sebagai pelopor dalam penyediaan LNG retail di Indonesia, menawarkan alternatif energi yang lebih bersih. Layanan yang ditawarkan mencakup pengadaan LNG, distribusi, hingga instalasi fasilitas gas dengan dukungan teknis yang terintegrasi. SPM merupakan hasil kerja sama dengan GTSI serta ONT Shipping Ltd., afiliasi dari perusahaan Tiongkok.
Meskipun berada dalam fase investasi, HUMI berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang menggembirakan. Sepanjang tahun 2025, perusahaan mencatat pendapatan sebesar USD 128,15 juta, meningkat 0,37 persen dibanding USD 127,68 juta pada tahun sebelumnya. Hal ini mencerminkan ketahanan model bisnis HUMI dalam menghadapi tantangan di industri maritim dan energi global.
Analisis Kinerja Keuangan dan Prospek Masa Depan
Kinerja positif ini juga menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan asetnya secara efisien dan mempertahankan kontribusi dari bisnis inti. Seiring dengan ekspansi yang dilakukan, HUMI mengalami peningkatan beban pendanaan yang berkaitan dengan investasi berbagai aset produktif. Namun, sejumlah aset serta lini usaha baru masih dalam tahap awal operasional, sehingga kontribusinya belum optimal.
Manajemen perusahaan menilai kondisi ini sebagai hal yang biasa terjadi dalam fase investasi yang ditujukan untuk pertumbuhan jangka panjang. Akibatnya, laba bersih HUMI tercatat sebesar USD 3,21 juta, turun dari USD 13,06 juta pada tahun sebelumnya.
Dari sisi keuangan, total ekuitas perusahaan mencapai USD 172,87 juta pada tahun 2025, tetap relatif stabil bila dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara total liabilitas meningkat 36,35 persen menjadi USD 173,29 juta sebagai respons terhadap berbagai investasi strategis yang dilakukan.
Pihak manajemen menegaskan bahwa peningkatan liabilitas merupakan konsekuensi dari strategi ekspansi berbasis investasi yang produktif untuk jangka panjang. Penambahan fasilitas pendanaan juga mencerminkan meningkatnya kepercayaan lembaga keuangan terhadap prospek HUMI Group di masa depan.
“Dengan pondasi yang semakin kuat, dukungan institusi keuangan yang terus meningkat, serta peluang pasar energi yang masih sangat besar, kami optimistis HUMI berada pada posisi yang tepat untuk menciptakan pertumbuhan berkelanjutan dan memberikan nilai tambah jangka panjang,” tutup Ari Askhara dengan penuh keyakinan.





