Ekonomi

Ekonomi daerah melejit setelah event lari internasional dorong pendapatan lokal

Jakarta, Maret.id — Gelaran lomba lari internasional BTN Jakim 2026 yang finis di Gelora Bung Karno memukau publik dengan partisipasi ribuan pelari dari dalam dan luar negeri, kata penyelenggara acara. Acara yang berlangsung menjelang peringatan HUT ke-499 Jakarta tersebut menjadi sorotan karena skala peserta dan dampak ekonominya bagi kawasan pusat ibu kota.

Ribuan Pelari dari Berbagai Negara

Tercatat sekitar 8.200 pelari mengikuti kategori maraton dan jumlah peserta total diperkirakan mencapai 45.000 dari 55 negara. Dari total pelari maraton, 1.012 di antaranya berasal dari mancanegara sehingga menegaskan status acara ini sebagai event berskala internasional.

Penyelenggara menyatakan antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pelari asing yang menginap di hotel-hotel sekitar Sudirman hingga Senayan. Tingginya okupansi hotel tersebut menjadi indikator langsung manfaat ekonomi yang ditimbulkan acara olahraga massal ini.

Reaksi Pemprov DKI dan Harapan Pengembangan Agenda

Seorang pejabat yang hadir, yang disebutkan dengan nama Rano, menyatakan kebanggaannya atas kelancaran pelaksanaan kegiatan tersebut menjelang HUT Jakarta. “Kami sangat bangga dan bahagia, Jakim bisa terlaksana dengan baik, jelang HUT ke-499 Jakarta,” ujarnya.

Menurut Rano, keberhasilan acara bertaraf internasional ini menjadi bukti bahwa Jakarta tetap kondusif dan dinamis sebagai tuan rumah kegiatan internasional. Ia menambahkan bahwa penyelenggaraan seperti ini mencerminkan kesadaran bersama bahwa Jakarta merupakan milik semua yang harus dijaga bersama.

Rano juga menyampaikan harapan agar BTN Jakim menjadi agenda rutin dalam kalender kota dan terus berkembang. Ia meyakini acara bertaraf internasional yang menarik banyak peserta akan membawa nilai ekonomi sekaligus memperkuat branding kota.

Rencana Perayaan HUT dan Hiburan Publik

Dalam kesempatan yang sama disampaikan pula rencana penyelenggaraan panggung hiburan di kawasan Bundaran HI pada puncak perayaan HUT ke-499 Jakarta, yang dijadwalkan pada 22 Juni. “Mudahan-mudahan saat HUT Jakarta, kita akan buat perayaan di Bundaran HI,” kata Rano.

Rencana tersebut dinilai sebagai upaya memperkaya rangkaian acara sekaligus memaksimalkan keterlibatan publik dalam peringatan hari jadi ibu kota. Pemerintah daerah berharap seluruh agenda dapat berjalan aman dan tertib serta memberikan manfaat luas bagi warga dan pelaku ekonomi lokal.

Dampak Ekonomi dan Sport Tourism

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menilai BTN Jakim 2026 tidak hanya mendorong gaya hidup sehat, tetapi juga membangun potensi sport tourism. “Peserta hingga 45.000 bukan jumlah yang kecil. Secara ekonomi luar biasa dan mudah-mudahan terus berlanjut,” ujarnya.

Direktur Utama Bank BTN Nixon L.P. Napitupulu memaparkan data peserta dan implikasinya terhadap sektor perhotelan di wilayah pusat kota. “Jakim 2026 total diikuti sekitar 45.000 peserta dari 55 negara; khusus untuk kategori maraton diikuti 8.200 peserta dan 1.012 di antaranya merupakan pelari mancanegara,” jelas Nixon.

Nixon mengatakan tingginya angka peserta berdampak langsung pada hunian hotel di kawasan Sudirman sampai Senayan dan Thamrin yang dipenuhi para pelari asing. Ia menambahkan bahwa perhitungan dampak ekonomi formal akan dilakukan pasca acara namun optimistis bahwa hasilnya dua kali lipat dari tahun sebelumnya.

Penyelenggara dan pemerintah daerah sepakat menjadikan momentum ini sebagai pijakan untuk memperkuat promosi pariwisata olahraga dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan acara di tahun-tahun mendatang. Langkah-langkah evaluasi dan peningkatan fasilitas dinilai penting agar manfaat sosial-ekonomi dari event serupa dapat lebih besar dan berkelanjutan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button