Komut Pertamina Amankan Pasokan Energi Perbatasan demi Ketahanan Nasional

Jakarta, Maret.id — Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, meninjau sejumlah fasilitas operasional perusahaan di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, sebagai bagian dari upaya memastikan keandalan pasokan energi wilayah timur Indonesia. Kunjungan ini mencakup titik-titik strategis yang menjadi simpul distribusi BBM dan LPG di provinsi kepulauan tersebut.
Rangkaian kunjungan
Iriawan atau yang akrab disapa Iwan Bule, memulai agenda peninjauan di SPBU Timor Raya Oesapa untuk melihat langsung kondisi pelayanan dan berdialog dengan warga setempat. Kunjungan dilanjutkan ke Aviation Fuel Terminal (AFT) El Tari untuk memastikan ketersediaan avtur demi kelancaran konektivitas udara di NTT.
Di Integrated Terminal (IT) Tenau, tim Komisaris Utama melakukan Management Walkthrough untuk memeriksa kesiapan infrastruktur tangki timbun dan dermaga bongkar muat. Terminal yang telah beroperasi sejak 1968 tersebut menjadi pusat distribusi energi untuk sejumlah kabupaten dan pulau di sekitar Kupang.
Fokus pada keandalan pasokan
Iriawan menegaskan bahwa kelancaran rantai distribusi merupakan faktor utama dalam menjaga pelayanan energi kepada masyarakat di wilayah 3T. Ia meminta langkah antisipatif agar potensi gangguan distribusi dapat ditangani sejak dini sehingga tidak berdampak pada ketersediaan energi.
Di AFT El Tari, pemeriksaan difokuskan pada mekanisme pengisian avtur dan koordinasi dengan otoritas bandara untuk mengurangi risiko gangguan pasokan yang dapat menghambat penerbangan. Di SPBU, perhatian diarahkan pada kualitas pelayanan, stok produk BBM, serta kelancaran transaksi bagi konsumen.
Penekanan pada keselamatan kerja
Selain aspek operasional, Iriawan mengingatkan seluruh pekerja untuk memperketat penerapan Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) serta disiplin terhadap Corporate Life Saving Rules (CLSR). Pernyataan tersebut disampaikan dalam keterangan yang dirilis pada Minggu, 14 Juni 2026, sebagai pengingat bahwa keselamatan harus menjadi budaya kerja sehari-hari.
Ia juga mendorong keberanian setiap pekerja untuk saling mengingatkan ketika menemukan tindakan yang berisiko, agar pencegahan kecelakaan dan insiden dapat diterapkan secara kolektif. Pendekatan preventif ini dinilai penting untuk mempertahankan kontinuitas operasi terminal dan fasilitas pendukung.
Peran strategis IT Tenau
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menerangkan bahwa IT Tenau berperan sebagai simpul utama distribusi energi untuk wilayah kepulauan dan daerah perbatasan. Terminal ini melayani penyaluran BBM ke 29 SPBU reguler, 16 penyalur BBM Satu Harga, 16 Pertashop, serta satu SPBU Nelayan.
Kapasitas penyimpanan IT Tenau tercatat mencapai 33.500 kiloliter untuk produk minyak dan tangki LPG dengan kapasitas sekitar 1.000 metrik ton. Keandalan operasional terminal tersebut merupakan bagian dari komitmen Pertamina untuk menjaga ketahanan energi nasional dan menghadirkan akses energi yang merata hingga wilayah 3T.
Dukungan wilayah dan lintas negara
IT Tenau mendukung pasokan energi untuk Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Utara, Timor Tengah Selatan, Sabu Raijua, Rote Ndao, Belu, dan Malaka. Selain itu, terminal ini juga berperan dalam memenuhi kebutuhan energi di wilayah Timor Leste yang berbatasan langsung dengan NTT.
Upaya penguatan infrastruktur, pengawasan operasional, dan peningkatan standar keselamatan diharapkan dapat memperkuat distribusi energi regional. Langkah-langkah itu juga ditujukan untuk memastikan akses energi yang andal bagi masyarakat setempat dan mendukung stabilitas ekonomi daerah.





