Ekonomi

Penumpang kereta bandara tembus 6,2 juta sehingga pendapatan operator melonjak

Jakarta, Maret.id — PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat sebanyak 6.201.016 pelanggan menggunakan layanan kereta api dan LRT yang terintegrasi dengan sejumlah bandara serta jaringan perkotaan selama Januari hingga Mei 2026.
PT KAI menyebut layanan yang dihitung meliputi Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta, KA Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), KA Bandara Internasional Adi Soemarmo (BIAS), KA Srilelawangsa, LRT Sumsel, dan KA Minangkabau Ekspres.

Peningkatan Konektivitas Antarmoda

Vice President Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia, Anne Purba, mengatakan layanan kereta api dan LRT berperan penting memperkuat konektivitas antara pusat kota, permukiman, pusat ekonomi, destinasi wisata, dan bandara.
Anne menegaskan ketika stasiun terhubung dengan bandara, perencanaan perjalanan masyarakat menjadi lebih mudah dan terintegrasi.

Distribusi Penumpang Menurut Wilayah

Dari total 6,2 juta pelanggan, layanan di Pulau Jawa melayani sekitar 2,52 juta penumpang selama lima bulan pertama 2026.
Sementara layanan di Pulau Sumatera tercatat melayani sekitar 3,68 juta pelanggan pada periode yang sama.

Perkembangan Layanan Bandara di Jabodetabek dan Yogyakarta

Di wilayah Jabodetabek, Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta menunjukkan pertumbuhan signifikan dengan 1.013.574 pelanggan, naik 14,78 persen dari 883.065 pelanggan pada periode Januari–Mei tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini menjadi indikator meningkatnya ketertarikan masyarakat menggunakan layanan rel terintegrasi menuju bandara di kawasan metropolitan.

KA Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) melayani total 1.129.627 pelanggan, yang terbagi atas 763.216 pelanggan KA YIA Reguler dan 366.411 pelanggan KA YIA Xpress.
Jumlah tersebut meningkat 1,06 persen dibanding periode yang sama pada tahun 2025.

Performa Layanan di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatera

KA Bandara Internasional Adi Soemarmo (BIAS) di Jawa Tengah dan Jawa Timur melayani 375.032 pelanggan, naik 24,9 persen dari 300.271 pelanggan pada periode sama tahun sebelumnya.
Layanan BIAS menghubungkan Bandara Internasional Adi Soemarmo dengan sejumlah wilayah di Solo Raya hingga Madiun.

Di Sumatera Utara, KA Srilelawangsa mencatat 1.775.765 pelanggan, meningkat 2,23 persen dibanding tahun lalu.
Sementara LRT Sumsel menjadi layanan dengan jumlah pengguna terbesar di Sumatera dengan 1.815.017 pelanggan selama lima bulan pertama 2026.

KA Minangkabau Ekspres yang menghubungkan Kota Padang dengan Bandara Internasional Minangkabau melayani 92.001 pelanggan pada periode yang sama.
Angka ini menegaskan peran kereta bandara dalam meningkatkan aksesibilitas antarkota di Sumatera Barat.

Implikasi untuk Ekosistem Transportasi Publik

Anne Purba menuturkan integrasi antara stasiun kereta, LRT, dan bandara merupakan bagian penting dari pengembangan ekosistem transportasi publik yang terhubung.
Menurutnya, integrasi tersebut membuka akses masyarakat terhadap pekerjaan, pendidikan, layanan kesehatan, dan sektor pariwisata.

PT KAI menilai data lima bulan pertama 2026 ini menjadi tolok ukur untuk perencanaan pengembangan layanan dan peningkatan frekuensi operasional pada rute-rute strategis.
Perusahaan juga tengah memantau tren permintaan untuk menyesuaikan kapasitas dan jadwal, serta mengoptimalkan konektivitas antarmoda demi kenyamanan penumpang.

Analisis lebih lanjut diharapkan mengidentifikasi potensi peningkatan layanan di koridor yang masih memiliki pertumbuhan penumpang terhambat.
Kebijakan integrasi tarif dan pengembangan fasilitas terminal menjadi beberapa opsi yang dapat memperkuat ekosistem transportasi publik nasional.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button