Bayan Resources tebar dividen Rp 8,96 triliun dari laba 2025

Jakarta, Maret.id — Bayan Resources mengumumkan pembagian dividen tunai sebesar 500 juta Dolar AS untuk tahun buku 2025, atau setara 0,015 Dolar AS per saham.
Konversi nilai menggunakan acuan kurs Jisdor Bank Indonesia pada level Rp17.921 per Dolar AS menempatkan total potensi dividen perusahaan di kisaran Rp8,96 triliun atau sekitar Rp268 per lembar saham.
Rincian Pembagian dan Rasio Pembayaran
Manajemen menyatakan pembagian dividen mencerminkan rasio pembayaran (payout ratio) sekitar 65 persen dari laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sepanjang tahun buku 2025.
Laba bersih tersebut tercatat sebesar 767,91 juta Dolar AS, sehingga keputusan membagikan mayoritas laba menunjukkan kebijakan perusahaan untuk menyalurkan keuntungan kepada pemegang saham.
Pergerakan Saham dan Imbal Hasil Dividen
Di pasar modal, saham dengan kode BYAN tercatat menutup perdagangan di level Rp9.700 pada sesi Jumat, 12 Juni 2026.
Berdasarkan harga penutupan tersebut, dividend yield yang ditawarkan Bayan Resources diperkirakan sekitar 2,76 persen.
Performa saham BYAN menunjukkan tren pelemahan dalam sebulan terakhir, dengan penurunan mencapai sekitar 18,14 persen.
Tekanan pada harga saham menjadi latar yang penting bagi investor yang menimbang antara prospek dividen dan potensi kapital gain.
Porsi Pemegang Saham Pengendali
Sebagai pemegang saham pengendali, keluarga Low Tuck Kwong akan memperoleh bagian terbesar dari pembayaran dividen tersebut.
Data kepemilikan per akhir Mei 2026 menunjukkan Low Tuck Kwong menguasai 40,239 persen atau setara 13.412.921.870 lembar saham BYAN.
Dengan porsi kepemilikan itu, Low Tuck Kwong berpotensi menerima dividen pribadi sekitar Rp3,59 triliun.
Sementara itu, Elaine Low, yang tercatat memiliki 22,002 persen atau 7.333.833.700 lembar saham, diperkirakan akan menerima dividen senilai kurang lebih Rp1,96 triliun.
Jadwal Penting Bagi Pemegang Saham
Bagi investor yang ingin mendapatkan hak atas dividen ini, perusahaan menetapkan Cum Date untuk pasar reguler dan negosiasi pada 19 Juni 2026.
Proses pencatatan pemegang saham yang berhak atau recording date dilaksanakan pada 23 Juni 2026 hingga pukul 16.15 WIB.
Pembayaran dividen secara serentak dijadwalkan dilakukan pada 8 Juli 2026 kepada pemegang saham yang tercatat dan memenuhi ketentuan.
Investor di pasar modal diminta memperhatikan tanggal-tanggal tersebut untuk memastikan status kepemilikan saat distribusi dividen berlangsung.
Implikasi kebijakan dividen ini menjadi perhatian pelaku pasar karena mencerminkan alokasi laba yang signifikan kepada pemegang saham di tengah kondisi harga saham yang menurun.
Keputusan manajemen juga menjadi sinyal kebijakan korporasi yang dapat mempengaruhi persepsi investor institusional dan ritel terhadap value perusahaan.
Pihak manajemen belum mengumumkan rencana penggunaan kas pasca-pembayaran dividen atau strategi investasi selanjutnya pada publikasi ini.
Para analis dan investor menilai langkah pembagian dividen besar sebagai bagian dari manajemen return kepada pemegang saham sekaligus tolok ukur kesehatan arus kas perusahaan.





