Ekonomi

Pertamina Patra Niaga optimalkan layanan SPBU guna meningkatkan kepuasan pelanggan.

Jakarta, Maret.id — Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa penetapan harga BBM nonsubsidi, termasuk seri Pertamax, sepenuhnya mengikuti formula baku pemerintah dan dinamika pasar global. Pernyataan ini disampaikan untuk merespons isu yang beredar di publik terkait fluktuasi harga dan kualitas produk.

Penegasan Harga Sesuai Formula Pemerintah

Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menyatakan bahwa harga eceran BBM nonsubsidi bersifat fluktuatif namun selalu mengacu pada rumus yang ditetapkan pemerintah. Ia menegaskan evaluasi harga dilakukan secara berkala setiap bulan, kecuali jika ada kebijakan khusus pemerintah untuk menjaga stabilitas pasar.

Komitmen terhadap Mutu Produk

Kitty menegaskan bahwa modernisasi fasilitas dan jaminan mutu produk merupakan prioritas korporasi demi memberikan pengalaman terbaik bagi pengendara. Pertamax yang dijual ke masyarakat diklaim memiliki spesifikasi RON 92 sesuai ketentuan pemerintah.

Program Retail Make Over dan Peningkatan Layanan

Sejak 2023, Pertamina Patra Niaga melaksanakan program Retail Make Over (RMO) yang telah berhasil merombak 1.920 SPBU di berbagai wilayah Indonesia. Perbaikan meliputi toilet bersih, musala yang lebih nyaman, serta fasilitas penunjang lain untuk meningkatkan kenyamanan konsumen.

Pengawasan Berlapis dari Hulu ke Hilir

Untuk memastikan tidak terjadi penurunan kualitas, perusahaan menerapkan pengawasan berlapis mulai dari terminal BBM, proses distribusi menggunakan tangki, hingga nozzle di SPBU. Pengawasan tersebut diklaim dilakukan secara berkala untuk mencegah praktik yang dapat merugikan konsumen.

Transparansi dan Mekanisme Pelaporan

Pertamina Patra Niaga mengimbau konsumen agar aktif melaporkan jika menemukan pelayanan SPBU di bawah standar melalui kanal resmi Pertamina Customer Solution 135. Langkah ini disebut penting untuk menjaga akuntabilitas dan memperbaiki layanan secara cepat.

Tanggapan terhadap Isu Publik

Kitty menyatakan bahwa upaya peningkatan fasilitas dan penguatan kontrol mutu bukan sekadar jargon korporasi melainkan tindakan nyata yang telah dilaksanakan di lapangan. Pernyataan tersebut disampaikan dalam keterangan resmi yang dirilis pada Kamis, 18 Juni 2026.

Pertamina Patra Niaga juga menegaskan bahwa setiap perubahan harga yang terjadi mencerminkan pergerakan biaya di tingkat global serta penyesuaian terhadap formula pemerintah. Dengan demikian, fluktuasi harga bukan merupakan tindakan sepihak pelaku usaha melainkan hasil mekanisme pasar yang dipantau sesuai aturan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button