Ekonomi

Emas Antam merosot ke Rp2.673.000 per gram jelang akhir pekan

Jakarta, Maret.id — Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan Jumat (19/6/2026) turun sebesar Rp30.000 dan tercatat berada di level Rp2.673.000 per gram. Penurunan itu turut menekan harga pembelian kembali (buyback) Antam ke posisi Rp2.408.000 per gram.

Pergerakan Harga Terbaru

Koreksi harga pada Jumat melanjutkan tren penurunan yang juga terjadi pada Kamis, dengan penurunan nominal serupa. Pergerakan ini mencerminkan koreksi jangka pendek yang dipengaruhi dinamika permintaan domestik serta pengaruh harga emas global.

Ragam Produk dan Kisaran Harga

Antam menyediakan kepingan emas dalam beberapa pecahan, mulai dari 0,5 gram hingga 1 kilogram yang disesuaikan dengan profil risiko dan kapasitas investor. Untuk referensi, kepingan 0,5 gram dibanderol Rp1.386.500 sedangkan kepingan 1 kilogram dipasarkan sekitar Rp2,61 miliar.

Ketentuan Pajak pada Transaksi

Transaksi buyback yang nilainya menembus Rp10 juta dikenai pemotongan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 secara otomatis. Besaran pemotongan pada transaksi buyback adalah 1,5 persen bagi wajib pajak yang memiliki NPWP dan 3 persen untuk non-NPWP, sementara pembelian emas batangan dikenai PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen bagi non-NPWP.

Dampak bagi Investor

Bagi investor yang berniat mencairkan emas, penting untuk memperhitungkan potongan pajak dan biaya lain yang dapat mengurangi hasil likuidasi. Sementara bagi pelaku pasar yang melihat penurunan sebagai peluang, biaya pajak saat pembelian juga harus dimasukkan dalam perhitungan biaya masuk posisi.

Strategi Menanggapi Pelemahan

Keputusan untuk menambah akumulasi atau menahan simpanan sebaiknya disesuaikan dengan tujuan investasi dan horizon waktu. Investor jangka panjang yang memandang emas sebagai lindung nilai mungkin melihat koreksi sebagai peluang beli bertahap, sedangkan investor short-term perlu mempertimbangkan volatilitas dan likuiditas.

Peran Likuiditas dan Penyimpanan

Ketersediaan buyback di tingkat harga yang lebih rendah dapat memperkecil margin bagi penjual yang membutuhkan likuiditas cepat. Selain itu, faktor penyimpanan fisik dan asuransi juga menjadi bagian dari total biaya kepemilikan emas bagi investor ritel.

Panduan Praktis untuk Transaksi

Sebelum melakukan transaksi, pelaku pasar disarankan memeriksa kondisi pasar harian dan kebijakan perpajakan yang berlaku. Konsultasi dengan penasihat keuangan atau pedagang resmi dapat membantu menghitung total biaya dan potensi hasil transaksi.

Pergerakan harga emas pada level harian sering dipengaruhi oleh sentimen makroekonomi, nilai tukar rupiah, dan kondisi pasar internasional. Oleh karena itu, pembaca dianjurkan memantau perkembangan terkini serta melakukan diversifikasi portofolio untuk mengelola risiko.

Pedagang emas skala ritel dan investor institusional biasanya menyesuaikan strategi mereka berdasarkan likuiditas dan spread antara harga jual dan buyback. Perbedaan antara harga jual Antam dan harga buyback menjadi indikator ketahanan margin bagi investor yang mempertimbangkan pencairan.

Untuk investor yang lebih berhati-hati, pendekatan beli berkala (dollar-cost averaging) dapat menjadi alternatif mengurangi risiko timing pasar. Namun, setiap keputusan harus mempertimbangkan biaya pajak, biaya penyimpanan, dan tujuan investasi.

Secara teknis, Antam memperbarui harga jual dan buyback setiap hari kerja sehingga perubahan harga dapat terjadi cepat. Mengakses informasi harga dari saluran resmi atau dealer yang terverifikasi membantu memastikan transaksi dilakukan pada tingkat harga yang akurat.

Dalam konteks pasar yang lebih luas, emas tetap menjadi instrumen lindung nilai yang sering mencari momentum saat terjadi ketidakpastian ekonomi. Namun, koreksi jangka pendek seperti yang terjadi pada minggu ini menunjukkan pentingnya pengelolaan risiko dan perencanaan sebelum memasuki pasar emas.

Penutupan perdagangan Jumat menandai koreksi baru pada harga emas Antam, dan pasar akan terus memerhatikan perkembangan permintaan serta faktor ekonomi global yang berpotensi mempengaruhi arah harga selanjutnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button