Ekonomi

IHSG Ambles ke 6.127, Mayoritas Sektor Berakhir di Zona Merah

Jakarta, Maret.id — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat terkoreksi sebesar 45,019 poin atau 0,73 persen ke level 6.127,321 pada akhir sesi I perdagangan, menandakan tekanan jual yang masih kuat di bursa domestik.

IHSG sempat dibuka di level 6.172 dan bergerak fluktuatif sepanjang sesi pertama, dengan level tertinggi tercatat 6.215 sebelum akhirnya tertekan hingga menyentuh posisi terendah 6.117.
Pergerakan ini menggambarkan dominasi sentimen negatif yang membayangi pasar pada sesi pembukaan.

Pergerakan Saham dan Aktivitas Perdagangan

Pada sesi I, jumlah saham yang ditutup melemah mencapai 355 saham, sementara 297 saham tercatat menguat dan sisanya bergerak stagnan.
Dari sisi likuiditas dan nilai transaksi, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menjadi kontributor utama dengan nilai transaksi terbesar sepanjang sesi.

Tekanan Menyeluruh pada Sektor-sektor

Tekanan jual hampir merata di berbagai sektor, dengan sektor kesehatan memimpin pelemahan sebesar 2,43 persen.
Sektor properti juga tercatat turun signifikan 1,78 persen, diikuti sektor industri yang melemah 1,37 persen dan sektor bahan baku terkoreksi 1,03 persen.

Sektor keuangan mengalami koreksi sebesar 0,99 persen, sementara sektor teknologi anjlok 0,67 persen dan energi turun 0,44 persen.
Sektor infrastruktur melemah 0,29 persen dan transportasi hanya turun tipis 0,06 persen; sektor barang konsumsi primer juga turun 0,05 persen.

Di tengah pelemahan luas tersebut, satu-satunya sektor yang berhasil bertahan di zona hijau adalah sektor barang konsumsi nonprimer dengan kenaikan tipis 0,12 persen.
Kondisi ini menunjukkan pergeseran preferensi sementara investor ke saham-saham konsumer tertentu meski sentimen pasar masih berhati-hati.

Dampak pada Indeks Unggulan

Koreksi pasar juga menjalar ke indeks-indeks unggulan, di mana indeks LQ45 tercatat turun 1,15 persen ke level 609,830.
Jakarta Islamic Index (JII) melemah 1,36 persen menjadi 370,537.

Indeks IDX30 terkoreksi 1,02 persen ke posisi 345,422, sementara indeks MNC36 ditutup turun 0,93 persen ke angka 270,144.
Penurunan pada indeks-indeks utama menunjukkan tekanan yang relatif merata pada saham-saham berkapitalisasi besar dan likuiditas tinggi.

Sentimen negatif yang tercermin hari ini dipengaruhi oleh kombinasi faktor domestik dan eksternal yang membebani selera risiko investor.
Pelaku pasar kemungkinan akan memperhatikan data makro mendatang, pergerakan suku bunga global, serta laporan keuangan emiten kuartalan untuk mencari titik pemulihan.

Para analis menilai koreksi ini membuka peluang selektif bagi investor jangka menengah yang mencari valuasi lebih menarik pada saham-saham fundamental kuat.
Namun, tetap disarankan agar investor menjaga likuiditas dan menerapkan manajemen risiko yang ketat mengingat volatilitas yang masih tinggi di pasar saat ini.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button