Inovasi bahan bakar SAF Perwira Pertamina Raih Penghargaan APQ 2026

Jakarta, Maret.id — APQ Awards ke-16 mengangkat tema “Elevating Talent, Accelerating Innovation, and Delivering Enterprise Value” dan mengumpulkan 915 perwira Pertamina yang tergabung dalam 120 gugus inovasi untuk mempresentasikan solusi teknologi dan proses berkelanjutan.
Penghargaan dan Partisipasi
Dewan juri APQ Awards 2026 memberikan penghargaan Platinum kepada 40 gugus inovasi, Gold kepada 53 gugus, dan Silver kepada 27 gugus.
Penyelenggaraan tahun ini menegaskan komitmen perusahaan untuk memetakan kualitas inovasi dan meningkatkan budaya perbaikan berkelanjutan di seluruh entitas Pertamina Group.
Inovasi Berbasis Limbah dan Energi Rendah Karbon
Salah satu inovasi yang mendapat sorotan datang dari Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap berupa pengembangan Sustainable Aviation Fuel (SAF) berbasis minyak jelantah yang ditujukan untuk mendukung tujuan transisi energi dan bisnis rendah karbon.
Pertamina menilai langkah pengolahan minyak jelantah menjadi SAF merupakan upaya konkret mendukung target Net Zero Emission serta mendorong pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai tambah.
Solusi Antikarat dari Limbah Makanan
PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) meraih penghargaan Platinum atas inovasi “Skin Care”, yakni teknologi pengolahan limbah makanan menjadi cairan antikarat untuk melindungi peralatan rig pengeboran dari korosi.
“Inovasi ‘Skin Care’ ini lahir dari kerasnya tantangan di lapangan,” kata Riyan Tamara, Manager Organization & Quality Management PT PDSI, dalam keterangan tertulis Jumat, 19 Juni 2026.
Inovasi tersebut juga diklaim mampu memberikan penghematan biaya hingga sekitar Rp81 miliar bagi perusahaan melalui pengurangan frekuensi perawatan dan penggantian komponen.
Dampak Organisasi dan Implementasi
Direktur Sumber Daya Manusia Pertamina, Andy Arvianto, menyampaikan APQ Awards bukan sekadar kompetisi talenta tetapi menjadi instrumen strategis untuk menghasilkan data dan insight bagi manajemen dalam memetakan kekuatan, gap, dan peluang perbaikan di seluruh lini organisasi.
Menurut Andy, hasil penilaian APQ Awards akan menjadi pijakan untuk program pembinaan dan pengembangan kapabilitas yang lebih terarah di semua entitas Pertamina Group.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan seluruh inovasi pemenang akan dimasukkan ke dalam sistem knowledge management perusahaan agar dapat direplikasi dan diimplementasikan pada berbagai unit operasi.
“Keberlanjutan inovasi ini juga akan kami pantau melalui sustainability audit pasca-kompetisi agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” ujar Baron.
Penerapan teknologi yang berorientasi pada efisiensi dan keberlanjutan diharapkan tidak hanya memperkuat nilai ekonomi perusahaan, tetapi juga mendukung ketahanan energi nasional dan target pengurangan emisi.
Dengan komitmen untuk mempercepat adopsi inovasi dan menyebarkan praktik terbaik antar unit, Pertamina menempatkan kompetisi internal seperti APQ Awards sebagai katalisator transformasi yang berkelanjutan.





