Kolaborasi dengan Pemerintah Jadi Modal Universitas Hadapi Ketidakpastian Industri di Era Digital untuk Perkuat Investasi R&D, Daya Saing Pasar…

Jakarta, Maret.id — Swiss German University (SGU) menggelar Public Seminar 2026 bertajuk “Navigating Global Uncertainty: Leadership and Innovation for the Future” di Kampus SGU, The Prominence Tower, Alam Sutera, Tangerang.
Diskusi dipandu oleh Eka Budiarto, akademisi Swiss German University, dan menghadirkan tiga narasumber utama.
Tiga narasumber tersebut adalah Mantan Menteri Perdagangan 2016–2019 Enggartiasto Lukita, Direktur Data Pembangunan dan Pemerintah Digital Kementerian PPN/Bappenas Dini Maghfirra, serta Asisten Deputi Keterpaduan Layanan Digital Nasional Kementerian PANRB Adi Nugroho.
Para pembicara sepakat bahwa perkembangan teknologi, kecerdasan buatan, dan perubahan pola kerja menuntut individu serta organisasi untuk terus beradaptasi dan meningkatkan kompetensi.
Dari perspektif bisnis dan media, Enggartiasto Lukita menekankan pentingnya kepemimpinan visioner dan kemampuan membaca perubahan untuk menjaga keberlanjutan organisasi.
Dini Maghfirra menyoroti peran strategis data dalam mendukung pembangunan nasional yang lebih efektif, responsif, dan berbasis bukti.
“Bahwa transformasi digital bukan sekadar adopsi teknologi, melainkan perubahan menyeluruh dalam tata kelola dan pelayanan publik yang membutuhkan integrasi layanan, kolaborasi lintas sektor, serta pengembangan talenta digital yang berkelanjutan,” kata Adi Nugroho, Asisten Deputi Keterpaduan Layanan Digital Nasional, Kementerian PANRB.
Pernyataan resmi tersebut diterima pada Selasa 23 Juni 2026.
Rektor Swiss German University Samuel P. Kusumocahyo menyatakan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab strategis untuk mempersiapkan generasi muda yang mampu beradaptasi, berinovasi, dan memimpin di tengah perubahan cepat.
“Dunia sedang berubah dengan sangat cepat. Kemajuan teknologi, perkembangan AI, transformasi digital, dan dinamika global menciptakan tantangan sekaligus peluang yang belum pernah terjadi sebelumnya. Karena itu, pendidikan tinggi harus mampu menjadi jembatan antara kebutuhan industri, perkembangan teknologi, dan pembangunan nasional. Di SGU, kami berkomitmen membekali mahasiswa dengan kompetensi yang relevan agar mereka tidak hanya siap menghadapi perubahan, tetapi juga mampu menjadi penggerak perubahan tersebut,” ujar Samuel P. Kusumocahyo, Rektor Swiss German University.
SGU menegaskan komitmen mendukung transformasi digital Indonesia melalui program pendidikan yang berorientasi pada kebutuhan industri masa depan.
Pada jenjang sarjana, SGU menawarkan program Information Technology dengan peminatan Cyber Security, Business Innovation, dan AI and Data Science, serta program Industrial Engineering.
Pada jenjang magister, SGU menghadirkan program Master of Information Technology (MIT) dengan konsentrasi Data & AI Cyber Security, Data & AI Business Informatics, Digital Innovation, dan Manajemen Transformasi Digital.





