Ekonomi

Bitcoin Anjlok Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi, Tekanan Pasar Global Dorong Volatilitas dan Peralihan Arus Modal ke Aset Aman

Jakarta, Maret.id — Pergerakan Bitcoin kini menunjukkan korelasi sekitar 62 persen dengan indeks saham S&P 500, yang menandakan aset kripto tersebut semakin mengikuti sentimen pasar keuangan global.

Tekanan terbesar berasal dari pelemahan pasar saham Amerika Serikat dan Asia, terutama pada sektor kecerdasan buatan (AI) dan semikonduktor.

Kontrak berjangka Nasdaq 100 turun 1,3 persen, sementara indeks Kospi Korea Selatan merosot lebih dari 6 persen hari ini.

Kondisi pasar yang melemah mendorong investor mengurangi kepemilikan aset berisiko, termasuk Bitcoin.

Dalam jangka pendek, Bitcoin diperdagangkan layaknya aset teknologi berisiko tinggi dan tidak lagi berperan sebagai aset lindung nilai yang terpisah dari gejolak pasar saham.

Investor institusional juga terlihat berhati-hati, dengan ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat mencatat arus keluar dana bersih selama enam minggu berturut-turut dan total penarikan mencapai 227 juta Dolar AS pada pekan lalu.

Secara teknikal, Bitcoin berada di bawah rata-rata pergerakan 30 hari dan 200 hari yang berada di kisaran 64.243-64.489 Dolar AS.

Indikator Relative Strength Index (RSI) berada di level 33,82 yang menunjukkan momentum masih bearish meski belum memasuki area jenuh jual.

Pasar akan mencermati laporan keuangan perusahaan semikonduktor Micron yang dijadwalkan rilis pada 25 Juni untuk melihat potensi tekanan lebih lanjut pada saham teknologi dan aset kripto.

Level 63.000 Dolar AS menjadi area penopang penting; jika bertahan, harga berpeluang menguji kembali area resistensi di kisaran US$64.389 hingga US$64.998, namun jika menembus ke bawah US$63.000, harga berisiko turun menuju area 60.000-61.000 Dolar AS.

Selain itu, data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang akan dirilis pada 2 Juli serta data inflasi atau Consumer Price Index (CPI) pada 14 Juli berpotensi memengaruhi kebijakan suku bunga Federal Reserve dan minat investor terhadap aset berisiko.

Secara keseluruhan prospek jangka pendek Bitcoin masih cenderung bearish dan untuk membalikkan tren diperlukan penembusan dan bertahan di atas area 64.389-64.998 Dolar AS disertai kembalinya arus dana masuk ke ETF Bitcoin.

Pertanyaan utama pasar kini adalah apakah Bitcoin mampu mempertahankan level 63.000 Dolar AS dalam 24 hingga 48 jam ke depan, atau justru akan kembali tertekan dan memicu gelombang penurunan yang lebih dalam.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button