DAX Tertekan Anjloknya Rheinmetall, Bursa Eropa Mixed

Jakarta, Maret.id — Indeks STOXX 600 ditutup menguat tipis ke level 635, sementara Euro STOXX 50 melemah 0,2 persen ke 6.215.
Sentimen pasar mendapat dukungan setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan Iran tidak akan membebankan biaya bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz, sehingga menguatkan harapan de-eskalasi konflik. Pernyataan itu memicu penurunan harga minyak dan imbal hasil obligasi kawasan Euro, yang menambah dorongan bagi saham-saham konsumsi dan barang mewah.
Adidas, LVMH, Hermes, dan Inditex mencatat kenaikan hingga 3 persen.
Di kawasan, bursa menunjukkan kinerja yang beragam dengan indeks CAC 40 Prancis naik 0,5 persen menjadi 8.385.
FTSE 100 Inggris mampu mengungguli bursa regional berkat kinerja emiten properti dan konsumer meski kenaikannya dibatasi oleh pelemahan saham energi dan pertambangan akibat turunnya harga komoditas.
Sebaliknya, indeks DAX 40 Jerman turun 0,7 persen ke 24.716, memperpanjang pelemahan sehari sebelumnya.
Penurunan DAX dipimpin sektor pertahanan setelah Rheinmetall anjlok lebih dari 18 persen menyusul keputusan pemerintah Jerman membatalkan rencana pengadaan fregat anti-kapal selam senilai 15,2 miliar Euro.
Saham perusahaan pertahanan lain seperti Renk dan Hensoldt juga terkoreksi, sementara investor mencermati prospek industri semikonduktor menjelang rilis laporan keuangan Micron.
Secara keseluruhan, perdagangan saham Eropa mencerminkan kehati-hatian investor dalam menyeimbangkan optimisme atas meredanya risiko geopolitik dengan kekhawatiran terhadap prospek sektor strategis terutama pertahanan, perbankan, dan teknologi.
Pergerakan ini menunjukkan sensitivitas pasar terhadap berita geopolitik dan kebijakan pertahanan, yang berpotensi mempengaruhi aliran modal global dan harga komoditas dalam beberapa hari ke depan.





