Rupiah Menguat Tipis ke Rp17.943 per Dolar AS, Pasar Tenang

Jakarta, Maret.id — Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 115 poin atau 1,96 persen ke level 5.999.
Sebanyak 537 saham tercatat menguat, 135 saham melemah, dan 141 saham bergerak stagnan.
Aktivitas perdagangan terpantau tinggi dengan nilai transaksi mencapai Rp13 triliun dan volume perdagangan sebesar 22 miliar saham.
Frekuensi transaksi tercatat mencapai 1,7 juta kali dan kapitalisasi pasar naik ke Rp10.542 triliun.
Nilai tukar rupiah juga menguat tipis ke posisi Rp17.943 per Dolar Amerika Serikat.
Mengutip data Bloomberg, mata uang Garuda menguat 9 poin atau 0,05 persen dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya.
“Penguatan rupiah ditopang meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah setelah tercapainya kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik antara AS, Israel, dan Iran,” ujar Ibrahim Assuaibi, Pengamat Mata Uang dan Komoditas.
Kondisi tersebut mendorong normalisasi lalu lintas di Selat Hormuz sehingga mengurangi kekhawatiran gangguan pasokan minyak global dan menekan harga minyak mentah dunia.
“Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan dalam sebuah forum bahwa aliran melalui Selat Hormuz hampir sama seperti sebelum dimulainya perang Iran, dengan mengatakan setidaknya 20 juta barel telah keluar dari selat dalam 24 jam terakhir,” ujar Ibrahim Assuaibi, Pengamat Mata Uang dan Komoditas.
Menurut Ibrahim, arus pengiriman minyak melalui Selat Hormuz kini hampir kembali ke kondisi normal.
Selain itu, Oman telah membuka jalur sementara bagi kapal tanker dan sejumlah negara kawasan mulai membahas pengelolaan Selat Hormuz pascakonflik.





