Rohis Jadi Duta Literasi Ekonomi Syariah Dorong Pasar Halal

Jakarta, Maret.id — Direktorat Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama bersama Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS) Bank Indonesia menyelenggarakan Training of Trainer (ToT) Youth Content Creator Rohis Indonesia di Badung, Bali.
Direktur Pendidikan Agama Islam Kemenag, M. Munir, menilai pemahaman terhadap ekonomi dan keuangan syariah menjadi bagian penting dalam membangun peradaban Islam yang maju dan berdaya saing.
Dengan bekal tersebut, pengurus Rohis diharapkan mampu menjadi pelopor penyebaran informasi yang bermanfaat khususnya di lingkungan pelajar.
Deputi Direktur DEKS Bank Indonesia, Moh. Nuryazidi, menyampaikan bahwa berdasarkan State of the Global Islamic Economy Report terbaru Indonesia menempati peringkat keempat industri ekonomi syariah dunia setelah Malaysia, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi, serta kinerja itu ditopang oleh sektor fesyen muslim, makanan halal, serta media dan rekreasi halal.
Menurutnya, generasi muda memiliki posisi strategis dalam memperluas literasi ekonomi syariah karena kedekatannya dengan media sosial sebagai salah satu kanal komunikasi paling efektif saat ini.
“Sekarang kekuatan itu bukan cuma di perusahaan besar atau pemerintah, tapi juga ada di media sosial kalian. Satu konten yang kalian bikin bisa dilihat ribuan bahkan jutaan orang. Dan itu bisa jadi pintu buat orang lain mulai mengerti ekonomi syariah. Karena kalau literasi meningkat, efeknya besar sekali: masyarakat bisa naik level dari cuma beli, jadi bikin; dari ikut tren, jadi pencipta tren.” ujar Moh. Nuryazidi, Deputi Direktur DEKS Bank Indonesia.
Pernyataan itu dikutip Sabtu, 27 Juni 2026.
Kegiatan ToT ini merupakan kolaborasi Direktorat Pendidikan Agama Islam (PAI) Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama dengan DEKS Bank Indonesia.
Panitia menilai pengurus Rohis memiliki peluang besar untuk menjadi motor penggerak literasi ekonomi syariah di lingkungan sekolah melalui penyebaran informasi mengenai gaya hidup halal, kewirausahaan syariah, hingga potensi industri halal nasional.
Selama kegiatan, peserta melakukan praktik pembuatan konten media sosial secara individu maupun kelompok.
Langkah praktis ini diharapkan melahirkan kreator konten muda yang mampu mengemas pesan-pesan ekonomi syariah dalam format menarik, mudah dipahami, dan relevan dengan keseharian generasi muda.
Upaya peningkatan literasi itu dinilai penting untuk memperkuat ekosistem industri halal nasional dan mendorong partisipasi generasi muda dalam pengembangan ekonomi syariah.





