CEO Honda Minta Maaf, Strategi Sebabkan Kerugian Perusahaan

Jakarta, Maret.id — Honda mencatat kerugian yang dipicu oleh biaya restrukturisasi lebih dari 9 miliar Dolar AS untuk bisnis kendaraan listrik serta tekanan persaingan yang semakin ketat dari produsen mobil asal China.
“Saya ingin menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya kepada para pemegang saham atas kerugian bersih yang kami alami pada tahun fiskal lalu,” kata Mibe, CEO Honda. Pernyataan tersebut disampaikan pada Jumat dan dikutip Sabtu, 27 Juni 2026.
Para pemegang saham tetap memberikan dukungan dengan menyetujui pengangkatan kembali Mibe sebagai anggota dewan direksi bersama 10 direktur lainnya.
Mibe mengakui Honda keliru menghitung pertumbuhan pasar kendaraan listrik, terutama di Amerika Serikat, sehingga perusahaan harus menurunkan nilai aset bisnis EV.
Menurut Mibe, apabila Honda tetap memaksakan target penjualan EV sebelumnya, bisnis otomotif perusahaan berisiko merugi terus selama lima hingga tujuh tahun.
Beberapa mantan petinggi Honda mengkritik keputusan manajemen dengan menilai Mibe terlalu mengabaikan pasar China dan terlalu agresif bertaruh pada kendaraan listrik. Akibat strategi tersebut, Honda kini semakin bergantung pada bisnis sepeda motor yang masih menghasilkan keuntungan signifikan.
Dalam rapat tahunan sempat muncul usulan dari seorang pemegang saham untuk memberhentikan Mibe, namun usulan itu ditolak karena tidak termasuk dalam agenda sehingga tidak dilakukan pemungutan suara.
Di tengah berbagai tantangan, Mibe menyatakan pembicaraan Honda dengan Nissan Motor dan Mitsubishi Motors mengenai kerja sama pengembangan teknologi kendaraan generasi berikutnya sudah memasuki tahap lanjut.
Kerugian ini menyoroti percepatan transformasi industri otomotif global menuju kendaraan listrik dan tekanan kompetitif dari pembuat mobil China, yang berpotensi mendorong konsolidasi serta aliansi strategis di antara pembuat mobil besar. Investor dan analis diperkirakan akan mengamati langkah Honda selanjutnya terkait strategi produk, pengelolaan aset EV, dan kerja sama teknologi.





