Ekonomi

Indonesia Berpotensi Terima 260 Juta Dolar AS untuk Laut

Jakarta, Maret.id — Pemerintah Indonesia berkomitmen meningkatkan pengelolaan laut dan konservasi dengan peluang dukungan pendanaan internasional hingga 260 juta Dolar AS melalui berbagai skema kerja sama untuk mendukung konservasi terumbu karang, restorasi ekosistem laut, serta pengembangan Ocean Centres.

“Empat komitmen yang kami sampaikan hari ini menegaskan langkah konkret Indonesia dalam memperkuat pengelolaan ruang laut, memperluas dan meningkatkan efektivitas kawasan konservasi, serta mengembangkan solusi berbasis alam seperti karbon biru untuk mitigasi perubahan iklim…” ujar Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Kelautan dan Perikanan.

Pernyataan itu disampaikan dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu, 27 Juni 2026.

Empat komitmen pemerintah tersebut mencakup penguatan tata kelola ruang laut. Rinciannya meliputi integrasi perencanaan tata ruang darat dan laut ke dalam tata ruang nasional dan provinsi, penyusunan regulasi zonasi lintas wilayah, serta memasukkan kawasan strategis nasional karbon biru ke dalam perencanaan tata ruang nasional.

Komitmen kedua menargetkan penetapan 700.000 hektare kawasan konservasi laut baru pada tahun 2026.

“Ini menunjukkan keseriusan Indonesia dalam menjaga keanekaragaman hayati dan ekosistem laut, serta mencapai target perluasan kawasan konservasi laut mencapai 30 persen dari total luas perairan nasional pada tahun 2045…” ujar Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Kelautan dan Perikanan.

Melalui komitmen ketiga, Indonesia akan melakukan evaluasi efektivitas pengelolaan 19,10 juta hektare kawasan konservasi laut yang telah ditetapkan.

Komitmen keempat adalah mengembangkan satu model proyek karbon biru sebagai percontohan yang dapat direplikasi di berbagai wilayah Indonesia.

“Kami percaya bahwa tantangan laut bersifat lintas batas, sehingga membutuhkan kolaborasi global yang kuat. Indonesia siap memperdalam kemitraan dengan negara sahabat, organisasi internasional, dan seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat aksi nyata, dari komitmen menuju implementasi, demi menjaga laut tetap sehat dan produktif bagi generasi sekarang dan mendatang…” ujar Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Kelautan dan Perikanan.

Indonesia memiliki rekam jejak partisipasi di Our Ocean Conference (OOC) sejak 2016 dan menjadi tuan rumah OOC ke-5 pada 2018. Pada penyelenggaraan tersebut Indonesia menyampaikan 23 komitmen konkret dengan nilai total sekitar 500 juta Dolar AS untuk aksi perlindungan laut.

Selama sembilan tahun berpartisipasi aktif di forum global OOC, Kementerian Kelautan dan Perikanan telah menyampaikan 73 komitmen menjaga kesehatan laut.

“Melalui komitmen-komitmen yang konkret dan terukur, Indonesia menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi berbasis kelautan dapat berjalan seiring dengan perlindungan ekosistem dan kesejahteraan masyarakat pesisir, sejalan dengan semangat SDG 14 untuk memastikan laut tetap lestari bagi generasi mendatang…” ujar Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Kelautan dan Perikanan.

Pendanaan hingga 260 juta Dolar AS itu diharapkan mendorong konservasi terumbu karang, restorasi ekosistem laut, dan pengembangan Ocean Centres yang berdampak pada kelestarian ekosistem serta kesejahteraan masyarakat pesisir.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button