ESDM Siapkan Revisi HGBT, Tekan Harga LNG di Pasar

Jakarta, Maret.id — Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman menjelaskan polemik belakangan bukan dipicu oleh kenaikan harga gas pipa penerima fasilitas HGBT melainkan oleh kenaikan harga LNG yang mengikuti pergerakan pasar global.
“Harga ini dipengaruhi kenaikan crude dan dinamika global. Formulanya memang terkait dengan kenaikan crude global, sehingga harga LNG juga naik,” kata Laode Sulaeman, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM.
Pemerintah menilai masih terdapat ruang untuk menurunkan harga LNG yang diterima sektor industri dan Menteri ESDM telah menginstruksikan pembahasan bersama PT PGN serta pelaku usaha hulu guna mencari skema penyesuaian harga yang mempertimbangkan kondisi di sisi produsen.
“Ada potensinya turun. Kemarin sudah diberikan arahan oleh Pak Menteri agar kita bicarakan dengan PGN, bagian-bagian mana yang bisa kita adjust. Di hulunya juga seperti apa, sehingga nanti ada potensi untuk kita bisa atur lebih rendah dari sebelumnya,” kata Laode Sulaeman, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM.
Sebagai tindak lanjut, pemerintah akan merevisi Keputusan Menteri mengenai HGBT untuk memperbaiki mekanisme penyaluran gas industri sehingga implementasi kebijakan menjadi lebih efektif dalam menghadapi tantangan pasokan dan dinamika harga.
Pemerintah juga segera mengumumkan penurunan harga gas industri nonsubsidi bagi sejumlah sektor padat karya dan manufaktur seperti industri granit, keramik, serta tekstil dan produk tekstil (TPT), menurut pernyataan pejabat terkait.
“Jadi penurunan gasnya ada batas bawahnya sekitar 7 Dolar AS, ya saya lupa per apanya, istilahnya sampai dengan 14 Dolar AS. Harga gas 7 sampai 14 Dolar AS per hitungan itu, itu membuat perusahaan masih bisa bersaing kompetitifnya untuk memproduksi,” kata Said Iqbal, Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh.
Rencana evaluasi kebijakan ini disambut perhatian pelaku usaha yang berharap revisi HGBT dan penyesuaian harga LNG tidak hanya menurunkan biaya energi tetapi juga menjamin kepastian pasokan.
Pelaku industri menekankan kebutuhan terhadap kebijakan yang berkelanjutan untuk menjaga daya saing manufaktur nasional di tengah fluktuasi pasar energi global.





